Rabu, 05 Juli 2017

Tim evakuasi cari cara angkat mesin heli Basarnas yang jatuh


PERISTIWA - Medan yang curam dan terjal membuat proses evakuasi bangkai heli Basarnas sulit dilakukan. Walaupun begitu, Basarnas tetap akan mengevakuasi heli jenis Daupin yang menabrak lereng dan jatuh di Gunung Butak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Tagana dan BPBD rencananya akan memotong-motong bangkai heli untuk dibawa menuruni Gunung Butak. Kemudian direncanakan potongan yang memiliki berat sekira 200 kilogram ini akan diangkat menggunakan helikopter.

Kepala Seksi Operasi dan Komunikasi Basarnas Pusat Agus Tamim mengatakan, bagian tersulit bangkai heli yang akan diangkat adalah pada bagian engine helikopter.

"Sampai saat ini belum ada keputusan bagaimana mengangkut barang dengan beban paling berat tersebut. Mungkin kita rencanakan akan kita angkat dengan pesawat helikopter juga," katanya kepada merdeka.com, Rabu (5/7).

Agus menjelaskan, proses evakuasi total bangkai pesawat dilakukan dengan cara memotong-motong heli Basarnas itu. "Ada body pesawat yang boleh dan tidak dipotong. Tapi ini harus hati-hati, karena resiko safety kita dan alat pemotong yang berat," jelasnya.

Bahkan untuk mempersiapkan pemotongan body pesawat, Agus mengungkapkan, tim gabungan juga harus menginap di lokasi malam tadi. Mereka akan beristirahat di beberapa gubuk persawahan di sekitar tempat heli jatuh.

"Anggota tim BSG ini malam tadi menginap di atas gunung untuk mempersiapkan kegiatan (evakuasi pemotongan) karena sulitnya medan,"



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent