Jumat, 07 Juli 2017

Saling lapor, polisi dahulukan laporan penamparan petugas bandara


PERISTIWA - Kasus penamparan di Bandara Sam Ratulangi, Manado beberapa waktu lalu kini masuk tahap penyelidikan. Dari kasus itu, korban maupun pelapor saling melapor ke pihak kepolisian.

Menanggapi hal itu, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, pihaknya tetap menerima laporan kedua belah pihak. Namun, laporan itu akan dianalisa terlebih dahulu.

"Ya (saling lapor), memang dua-duanya nanti dianalisa. Mana yang lebih dulu, mana yang belakangan. Namun dua-duanya tetap dianalisa," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (7/7).

Tetapi, dalam hal ini Rikwanto mengatakan akan mendahului laporan yang penamparan tersebut. "(Seharusnya) Yang pemukulan ya," katanya.

Rikwanto menegaskan, kalau penyidik tak akan terpengaruh dalam menangani kasus ini. Meskipun, suami Joice merupakan pensiunan bintan satu di kepolisian.

"Enggak boleh. Enggak boleh ya. Tidak boleh. Penyidik itu harus memeriksa apa adanya dengan faktanya," tegasnya.

Namun, Rikwanto mengatakan, kalau Johan boleh melihat pemeriksaan yang akan dijalankan oleh Polda Metro Jaya. Tetapi, tidak boleh ikut campur dalam kasus tersebut.

"(Dampingi) Tidak ya. Melihat saja boleh. Kalau mencampuri tidak boleh," katanya.

Sebelumnya, petugas keamanan Avsec Bandara Sam Ratulangi Manado berinisial EW dan AM melaporkan perempuan penampar berinisial JW ke polisi. Menariknya, langkah yang sama dilakukan JW terhadap dua orang petugas tersebut.

Kapolsek Bandara Iptu M Ilham Mattulangi membenarkan adanya laporan ketiga wanita tersebut. "Tindakan yang kami ambil yaitu langsung membuat laporan kemudian memeriksa ketiganya," ujar Mattulangi saat ditemui awak media, Rabu (5/7) malam.

EW dan AM melaporkan tindakan penganiayaan dilakukan JW, sementara JW melaporkan perbuatan tidak menyenangkan yang dia terima dari keduanya.

Humas Bandara Sam Ratulangi, Yuristo saat dikonfirmasi menyatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 7.45 WITA, di check point pemeriksaan kedua.

Sesuai dengan prosedur, pada check point kedua semua calon penumpang harus menanggalkan barang yang terbuat dari logam. Barang-barang tersebut harus melewati x-ray.

JW tak terima saat diminta melepas jam tangan dan menampar petugas. JW merupakan penumpangBatik Air ID6275 tujuan Jakarta.

JW kemudian dibawa ke Polsek Bandara untuk dimintai keterangan. Polisi lantas melakukan mediasi. JW akhirnya melanjutkan penerbangan tujuan Jakarta, dengan pengawalan dari petugas Polsek Bandara.

"Seharusnya berangkat calon penumpang berangkat jam delapan, jadi dipindah pesawat selanjutnya,"



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent