Minggu, 09 Juli 2017

Pria keliling jual ginjal tukang parkir, sempat depresi berat


PERISTIWA - Identitas pria berkeliling sambil membawa tulisan menjual ginjal untuk biaya anaknya sekolah ternyata adalah bernama Herman (45), seorang tukang parkir. Dia dikabarkan sempat depresi berat tiga tahun lalu karena masalah ekonomi keluarga.

Herman tinggal menumpang di rumah teman bersama keluarganya di Jalan Sultan Mansyur, Lorong Gelora, Bukit Besar, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang. Perekonomian keluarganya terbilang sangat sederhana, terkadang mendapat bantuan dari tetangga.

Herman mengaku niat menjual ginjal merupakan ide spontan ketika mengetahui anak ketiganya yang harus membayar Rp 2 juta untuk masuk ke salah satu SMA Negeri di Palembang. Dia kehabisan akal karena limit waktu pelunasan tinggal beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 10 Juli 2017.

"Makanya mau jual ginjal, berapa saja. Yang penting bisa bayar sekolah anak, waktunya sudah dekat," ungkap Herman.

Tanpa sepengetahuan keluarga, Herman mengambil kertas bekas tugas sekolah anaknya untuk menulis pengumuman menjual ginjal. Dia lantas berkeliling kota dengan harapan ada warga yang berminat untuk membeli ginjalnya.

"Tidak ada yang nawar, cuma banyak yang kasih duit. Kemarin ada yang bawa pulang ke rumah, padahal masih ingin keliling, siapa tahu ada yang mau," ujarnya.

Sementara itu, Fitrianti (40) mengaku tak menyangka suaminya melakukan aksi nekat itu. Padahal persoalan bayaran masuk sekolah anaknya itu sudah dirahasiakan agar tidak terdengar oleh suaminya.

"Kami takut bapak (Herman) kepikiran, karena bapak pernah depresi, masalahnya juga karena ekonomi," kata Fitrianti.

Dia menceritakan, tiga tahun silam Herman dirawat di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang karena depresi berat. Seiring waktu, kondisinya semakin membaik namun tetap mendapatkan pengawasan dari keluarga.

"Tahun kemarin bapak hilang berapa hari. Dia kepikiran masalah keluarga terus," ceritanya.

Penghasilan Herman sebagai tukang parkir tak cukup menutupi biaya hidup keluarga sehari-hari. Beruntung, anak sulungnya telah bekerja sebagai pramusaji di restoran yang kerap menyisihkan gaji untuk keluarganya.

"Walaupun kurang, bapak semangat biar anak-anak sekolah semua. Alhamdulillah, pintar semua di kelas, tapi tidak bisa nyambung kuliah karena duit tidak ada," kata Fitrianti.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent