Sabtu, 15 Juli 2017

Polisi tegaskan penahanan Hidayat tak terkait pelaporan Kaesang


PERISTIWA - Polda Metro Jaya menegaskan Muhammad Hidayat Simanjuntak alias MHS tak terkait pelaporan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Penahanan tersebut terkait kasus ujaran kebencian terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan sebagai provokator dalam aksi 411.

"Tidak ada kaitannya ya. Ini kan laporannya udah duluan, waktu unjuk rasa November 2016," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (15/7).

Argo menjelaskan penyidik menahan karena Hidayat tak kooperatif saat menjalani pemeriksaan untuk melengkapi berkas yang sebelumnya dinyatakan kepolisian tidak lengkap. Pemeriksaan lanjutan itu dilakukan Hidayat sejak Jumat (14/7) sebelum ditahan pada Sabtu (15/7).

"Yang bersangkutan ini tidak kooperatif, sampai kita menunggu berjam-jam, kita tanya, kita rayu, kita periksa tetap tidak mau," ujar Argo.

Argo mengatakan, dalam pemeriksaan itu sayangnya Hidayat tidak kooperatif. Hingga akhirnya kepolisian memutuskan menahan Hidayat setelah menjalani pemeriksaan 1X24 jam atau Sabtu (15/7) sekira pukul 10.00 WIB.

"Yang bersangkutan berdalih menunggu pengacara. Sampai sore pengacara tidak hadir. Polisi berkewajiban menyediakan pengacara, tapi yang bersangkutan tidak mau," kata Argo.

Mantan Kabidhumas Polda Jatim ini menambahkan, selama dalam pemeriksaan yang bersangkutan enggan menjawab pertanyaan dari penyidik. Sehingga, penyidik menyudahi pemeriksaan dan membuat berita acara penolakan.

"Di berita acara itu juga yang bersangkutan tidak mau tandatangan. Itu nggak masalah," ujar Argo.

Saat ini Hidayat ditahan di Mapolda Metro Jaya. Kasus ujaran kebencian dan penghinaan dilakukan Hidayat terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan bergulir sejak November 2016 lalu.

Dia dibekuk di Bekasi pada 15 November 2016 akibat unggahan videonya mengenai Kapolda Metro berdialog dengan massa pengunjuk rasa aksi 411 di depan Istana Negara pada 4 November 2016. Video itu diunggah namun dipotong dan diberi judul 'Terungkap Kapolda Metro Jaya Provokasi Massa FPI agar serang massa HMI. Ini Buktinya'.

Pengusutan kasus itu terbilang singkat lantaran saat awal ditetapkan sebagai tersangka, Hidayat langsung ditahan. Akan tetapi penahanan itu ditangguhkan karena alasan kesehatan.

Pihak kepolisian kemudian melengkapi berkas selama penangguhan penahanan Hidayat. Lalu berkas itu dikirimkan ke Kejaksaan namun ditolak karena dianggap belum lengkap (P-19).

Kasus itu lantas mengendap hingga akhirnya nama Hidayat kembali menguap setelah melaporkan Kaesang atas dugaan penistaan agama akibat video diunggahnya ke Youtube. Namun laporan itu tidak ditindaklanjuti kepolisian lantaran menilai tidak ada unsur pidana ditemukan dalam video yang diunggah Kaesang.

Hidayat kemudian dipanggil polisi untuk melengkapi berkas kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap Kapolda Metro Jaya, Jumat (14/7) kemarin. Setelah menjalani pemeriksaan selama 1X24 jam, Hidayat akhirnya ditahan di Mapolda Metro Jaya.


SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent