Minggu, 02 Juli 2017

'Polisi tak boleh paranoid, nanti orang cuma tanya ditodong senjata


Satudarahku - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin meminta anggota kepolisian di jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya teror yang ditujukan terhadap kepolisian. Machfud mengatakan, dia nantinya berencana menurunkan Brimob dan Propam untuk mengecek anggota secara tertutup, terselubung maupun terbuka di setiap Polsek atau Polres jajaran untuk memastikan kesiapan mereka.

"Kalau sampai ada yang tidur akan saya tindak tegas. Kalau ketahuan tidak waspada, tidak meningkatkan pengamanan dirinya pasti kami tindak sangat keras," kata Machfud seperti dilansir Antara, Sabtu (1/7).

Machfud juga sudah menginstruksikan setiap individu yang mempunyai izin menggunakan senjata untuk memakainya agar waspada terhadap ancaman yang ada.

"Kalau pegang senjata api jangan hanya ditaruh di lemari, tetapi bawa di pinggul untuk waspada. Tetapi anggota juga jangan terlalu paranoid lah. Nanti orang cuma tanya sudah ditodong senjata karena takut, itu tidak boleh. Kewaspadaan penting tetapi tetap kita punya tugas untuk mengayomi dan melindungi masyarakat," ujarnya.

Sementara terkait insiden penusukkan terhadap dua anggota Brimob yang sedang melakukan ibadah di sebuah masjid di Jakarta, dia menegaskan, akan meningkatkan kewaspadaan dengan memeriksa setiap orang yang dianggap mencurigakan.

"Bahwa setiap orang yang tidak dikenal, terutama yang bawa tas ransel pasti akan ditanya. Polisi punya kewajiban menghentikan orang untuk menanyakan identitas orang tetapi tetap harus dengan cara yang santun dan sopan," tuturnya.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent