Senin, 03 Juli 2017

Hakim nilai tuntutan Jaksa KPK terlalu tinggi ke Djoko Susilo


Satudarahku - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menilai tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK kepada terdakwa kasus korupsi simulator SIM dan pencucian uang, Irjen Pol Djoko Susilo terlalu tinggi. Majelis hakim yang diketuai oleh Suhartoyo ini, beralasan tuntutan Jaksa tersebut terlalu tinggi bila dilihat dari aspek masyarakat, negara hukum dan terdakwa sendiri.

"Maka masa pidana yang dimintakan Jaksa Penuntut Umum dirasa terlalu berat dan yang diputuskan sudah rasa keadilan," ujar Hakim Suhartoyo di persidangan, Selasa (3/9).

Majelis Hakim menilai, uang pidana pengganti yang dibebankan kepada terdakwa Djoko sebesar Rp 32 miliar sudah terpenuhi, termasuk juga rampasan sejumlah aset Djoko. Perampasan aset Djoko terdiri dari 1.642 barang bukti senilai Rp 54,9 miliar.

"Pemidanaan bukan upaya balas dendam tapi efek jera, pembelajaran, momentum agar di masa datang bisa perbaiki perbuatannya," ujar Hakim Suhartoyo.

Selain itu, Hakim juga tidak sepakat dengan pencabutan hak politik Djoko seperti yang dituntut oleh Jaksa KPK. "Hal tersebut dipandang berlebihan, cukup lama maka dan jadinya akan diseleksi secara sendiri melalui organisasi politik yang bersangkutan dan maka majelis hakim tidak jatuhkan pidana tambahan untuk hal tersebut," ujar Hakim Suhartoyo lagi.

Dari beberapa hal di atas, Majelis Hakim telah sepakat memutus pidana penjara Djoko selama 10 tahun, denda Rp 500 juta dengan subsider 6 bulan.

Padahal sebelumnya Jaksa KPK menuntut Djoko dengan pidana penjara selama 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dan subsider 1 tahun. Jaksa KPK menilai Djoko terbukti bersalah atas dakwaan primer dalam perkara korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri.

Djoko juga dituntut mengganti biaya pidana pengganti sebesar Rp 32 miliar. Jika tidak membayar, maka harta benda Djoko akan disita dan dilelang untuk negara. Namun apabila barang-barang disita dan dilelang itu tidak mencukupi maka Djoko akan dikenakan hukuman penjara 5 tahun. Terakhir, Jaksa juga menuntut untuk mencabut hak-hak politik Djoko setelah menjalani masa hukuman.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent