Selasa, 04 Juli 2017

Fadli Zon nilai anak SD juga ngerti soal presidential threshold


Satudarahku - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pembahasan yang harus dituntaskan pansus RUU Pemilu tinggal sedikit lagi. Dia berharap paling lambat 20 Juli mendatang, lima isu krusial yang tersisa dapat diketok palu.

"Apapun hasil lobi-lobi dari minggu-minggu sebelumnya, hari itu (20 Juli) adalah batas maksimalnya," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/7).

Politisi Partai Gerindra ini juga menyebutkan, jika pada tanggal 20 Juli masih belum ada kesepakatan, maka voting akan dilakukan. Menurutnya, dari kelima isu tersebut, soal presidential thershold adalah isu yang paling alot pembahasannya.

"Yang paling ngotot dari pemerintah itu soal presidential threshold. Menurut saya logikanya enggak masuk akal ya," imbuhnya.

Dia menilai, tidak masuk akal jika pemerintah masih bersikeras agar presidential thershold ada di angka 20 persen. Pasalnya, pemilu yang dilakukan pada 2019 mendatang adalah pemilu serentak sehingga pemilihan presiden dan anggota parlemen akan dilakukan secara bersamaan.

"Itu kan harusnya zero, akan beda sama parlementary thershold. Ini persoalan logika yang menurut saya anak SD aja ngerti," tegasnya.

Fadli mengatakan, Partai Gerindra masih konsisten dengan pendapat nol persen untuk presidential thershold. Dia khawatir jika presidential thershold berada di angka 20 persen akan ada calon pemimpin tunggal yang nantinya kemungkinan akan menjadi calon boneka.

"Kalau bersikeras ada di posisi 20 persen tidak menutup kemungkinan akan ada calon boneka," pungkasnya.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent