Senin, 10 Juli 2017

Buru 2 napi Nusakambangan kabur, petugas gabungan sisir pantai


PERISTIWA - Kejar dua narapidana (napi) kasus pencurian yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi, Nusakambangan, puluhan petugas gabungan dari TNI yaitu Kodim, Polres Cilacap dan Kementerian Hukum dan HAM Senin (10/7) diterjunkan untuk menyisir di pantai sekitar Kawasan Lapas Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Puluhan petugas gabungan sekitar 15 sampai 20 orang kita terjunkan untuk melakukan perburuan dua napi kasus pencurian itu," tegas Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto saat dikonfirmasi merdeka.com Senin (10/7).

Yudho menjelaskan, perburuan ini dilakukan usai pihaknya dan TNI secara resmi mendapatkan surat pemberitahuan kaburnya dua napi pencurian yang divonis 10 tahun itu.

"Perburuan kita lakukan setelah pihak Kemenkum HAM berkoordinasi secara langsung dan tadi pagi langsung melakukan perburuan," ungkap Yudho.

Proses pencarian ini, menurut Yudho dilakukan seperti pada perburuan napi yang kabur dari Lapas Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jateng yang sebelumnya. "Seperti yang sudah-sudah, apalagi cara dua napi yang kabur itu modusnya sama seperti napi yang kabur sebelumnya," tandas Yudho.

Mantan Kapolres Salatiga ini juga menambahkan, sebelum melakukan perburuan, pihaknya juga telah mengamati dan mengidentifikasi modus dan cara dua napi itu kabur.

"Kita temukan barang bukti berupa sarung dan bekas atap plafon yang jebol, kondisi bangunan plafonnya memang sudah agak tua dan rapuh," tutur Yudho.



Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah dan Yogyakarta, Bambang Sumardiyono mengakui jika salah satu penyebab larinya dua napi kasus pencurian itu karena usia bangunan plafon yang hampir rusak dan cukup tua.

"Mereka merusak plafon dan memang bangunan (lapas). Memang bangunannya sudah cukup tua," jelas Bambang. Bambang berharap, upaya perburuan dengan pembentuk tim khusus yang terdiri atas petugas enam Lapas di Cilacap, Polres Cilacap, TNI serta masyarakat sekitar pulau dapat membuahkan hasil.

Bambang membeberkan, selain telah menyebar foto identitas kedua narapidana buron itu, untuk mempersempit langkah kedua napi, petugas juga telah menutup semua akses jalan yang ada di Nusakambangan.

Diduga, kedua napi tersebut kini masih berada di kawasan pulau Nusakambangan. Namun tim gabungan akan memperdalam penyelidikan apakah yang bersangkutan kabur keluar pulau atau masih di sekitar lapas.

"Yang jelas bersama pihak kepolisian kita teus meningkatkan koordinasi sampai mereka berhasil diringkus," bebernya.

Rencananya, Senin (10/7) malam ini Bambang akan langsung mendatangi Lapas Besi, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap untuk mengecek kondisi lapas serta untuk melihat perkembangan terkini.

"Biar saya lihat seperti apa dan bagaimana kondisi yang sesungguhnya di lapangan," pungkasnya.

Sebelumnya, dua narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan dilaporkan kabur pada Minggu (9/7). Keduanya kabur setelah menjebol plafon dan atap kamar mandi.

Dua napi tersebut sama-sama pernah terlibat dalam kasus pencurian. Keduanya, yakni Hendra bin Amin, warga Jerong Sebrang Timur, Kewalian Kota Baru, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Dhamarsraya, Sumatera Barat. Sedangkan napi kedua, Agus Triyadi bin Masimun, warga Jalan Stasiun RT 02 RW 4 Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.


SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent