Kamis, 13 Juli 2017

Bantah prof Romli, KPK beberkan kesuksesan pencegahan korupsi


Satudarahku - Dalam rapat dengar pendapat Panitia Khusus (pansus) angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin (11/7), ahli hukum pidana Prof Romli Atmasasmita menilai, KPK telah gagal melakukan pencegahan korupsi. Menanggapi hal tersebut, juru bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan, pendapat KPK gagal dalam mencegah korupsi itu tidak sesuai dengan data dan kinerja KPK selama ini.

"Gagal itu tentu harus ada indikatornya, dari informasi yang kita terima, indikator tersebut memiliki ketidakakuratan data," kata, Febri, di Gedung KPK, Kuningan,Jakarta Selatan, Rabu (12/7).

Menurutnya, sudah ada pencegahan korupsi yang dilakukan oleh penyidik KPK dan itu berhasil. Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu mencontohkan, salah satu kasus korupsi yang berhasil dicegah oleh KPK.

"Upaya pencegahan yang dilakukan oleh KPK di sektor sumber daya alam di sektor migas yang sampai bisa menyelamatkan kerugian keuangan atau potensi keuangan negara triliunan rupiah dan juga di sektor tambang misalnya, ketika kita bekerja sama dengan pihak Dirjen pajak dan Kementerian ESDM dan banyak Kementerian lain," ungkapnya.

Selain itu, sebenarnya, kata Febri, KPK juga telah melakukan pencegahan korupsi untuk pengelolaan Haji, namun itu tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah yang bersangkutan. Dia juga menambahkan, saat ini juga tingkat kesadaran para Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk melaporkan tindak gratifikasi langsung ke KPK.

"Para pegawai negeri dan penyelenggara negara lebih banyak melaporkan gratifikasi dari tahun ke tahun itu artinya mereka lebih paham dengan gratifikasi dan lebih sadar untuk melapor ke KPK. Jadi memang perlu hati-hati membaca data-data yang ada agar tidak terjadi kesimpulan-kesimpulan yang keliru," pungkasnya.

Sebelumnya, di rapat dengan pendapat pansus angket KPK Romli menilai KPK gagal dalam mencegah tindak pidana korupsi. Bahkan Romli mengatakan, semua usaha pencegahan tindak pidana korupsi dari KPK itu hanya sebuah seremonial.

"Intinya, saya lihat KPK lebih mementingkan penindakan daripada pencegahan. Semua yang pencegahan itu hanya seremonial," kata Romli di hadapan anggota Pansus di gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent