Selasa, 13 Juni 2017

Tolak berlayar di cuaca buruk, kapten kapal nyaris dipecat


PERISTIWA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah menerbitkan larangan berlayar bagi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) tujuan Kupang-Rote Ndao dan Kupang-Sabu Raijua, akibat gelombang tinggi yang terjadi di perairan NTT satu minggu terakhir.

Cuaca buruk yang terjadi ini malah membuat puluhan kapten dan anak buah kapal melakukan aksi protes. Mereka bukan memprotes lantaran tak diizinkan berlayar, namun karena salah kapten KMP Lakaan terancam dipecat, hanya karena meminta untuk tidak berlayar, mengingat cuaca tak bersahabat.

Menurut Kapten KMP Lakaan Arif Akbar, aksi protes ini bermula saat dia diminta berlayar dengan rute Rote Ndao-kupang pada Sabtu 10 Juni kemarin. KMP Lakaan dipaksa berlayar di ketinggian gelombang 3,5 meter diduga oleh General Manager ASDP Kupang. KMP Lakaan terpaksa berlayar. Beruntung kapal tiba dengan selamat di Pelabuhan Bolok, Kupang.

"Jadi kemarin kita dari pantai baru Rote tanggal 10, kebetulan kita lewat luar belakang Pulau Semau. Saya telepon Kacab yang baru, pak besok ini lebih besar lagi cuacanya. Jadi saya minta kapal tak diberangkatkan. Namun hasilnya dia jawab bilang, Kep lu turun aja, saya cari pengganti. Makanya kita demo. Kawan-kawan pelaut ikut dalam hal ini karena untuk keselamatan jiwa manusia," kata Arif ketika ditemui di pelabuhan Bolok, Senin (12/6).

Sementara itu GM ASDP Kupang Burhan Zahim membantah perintah paksa berlayar dan ancaman pemecatan terhadap kapten yang menolak perintah untuk berlayar.

Menurutnya, keputusan berlayar maupun tidak berlayar harus sesuai dengan prosedur yang berlaku, serta dapat dipertanggungjawabkan demi kenyamanan pengguna jasa.

"Artinya begini, kalau umpamannya dari sisi evaluasi semuanya kapal itu bisa jalan kemudian dia bertahan tidak bisa, bisa kinerjanya saya turunkan. Tapi keputusan saya juga tidak semena-mena, walaupun cuaca buruk tidak jalan terus saya turunin saja itu salah," kata Burhan.

Puluhan kapten beserta anak buah kapal berhasil menemui dan berdialog dengan GM ASDP. Mereka sepakat untuk mengutamakan keselamatan kerja, baik kru kapal maupun bagi pengguna jasa kapal motor penyeberangan.

"Artinya di situ ada profesionalisme kemampuan untuk mengambil keputusan, makanya tadi ada komunikasi tidak semerta merta nakhoda saya ini hari tidak berangkat, kita evaluasi dulu alasannya apa. Alasannya masuk akal apa ndak, kalau masuk akal ya kita terima. Kadang kan karena faktor-faktor lain, intinya utamanya bagaimana pelayanan. Seperti tadi kalau saya paksakan terjadi apa-apa saya juga dipenjara," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingikan, sebanyak enam KMP antarpulau ditambatkan di Pelabuhan Bolok, Kupang. Rute pelayaran akan kembali dibuka jika cuaca normal.


SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent