Rabu, 14 Juni 2017

Perampok bersenjata api hantui Ibu Kota jelang Lebaran


PERISTIWA - Dua peristiwa perampokan sadis terjadi di ibu kota. Dalam kedua aksi yang terjadi disiang bolong tersebut, korban tewas ditembak dari jarak dekat oleh pelaku.

Peristiwa pertama terjadi di SPBU Jembatan Gantung, Jl Daan Mogot KM 12, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (9/6) lalu. Korban atas nama Davidson Tantono meregang nyawa usai ditembak di bagian pelipis. Uang sebesar Rp 300 juta berhasil dibawa kabur pelaku yang diduga berjumlah empat orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menduga pelaku sudah membuntuti korban Davidson sejak dari Bank untuk melakukan penarikan uang. Kemudian, di tengah jalan, korban 'mampir' di tukang tambal ban setempat untuk mengisi angin ban mobil.

Saat itulah, pelaku yang mengendarai 2 motor dengan berboncengan langsung merampas tas korban yang ada di dalam mobil. Sempat terjadi tarik menarik antara korban dan pelaku sebelum akhirnya terjadi peristiwa penembakan tersebut.

"Jadi lagi isi angin, pintu samping nya dibuka lalu diambil tasnya, dikejar dan terjadinya perlawanan hingga akhirnya korban ditembak," jelasnya.

Usut punya usut, korban merupakan bos sebuah koperasi. Sedangkan, uang ratusan juta yang baru saja ia ambil merupakan Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan diberikan kepada pegawainya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Andi Adnan mengungkapkan penyidik sudah memeriksa beberapa orang saksi. "Sudah lima (saksi). Karyawan pom bensin, karyawannya, penambal ban sama yang melihat aksi tembak itu," ujarnya.

CCTV di sekitar lokasi pun sudah disita penyidik. Sedangkan, senjata api yang digunakan pelaku diketahui merupakan rakitan.

Belum terungkap pelaku penembakan mendiang Davidson, tiga hari kemudian terjadi peristiwa serupa. Seorang perempuan warga Jalan Gunung Raung Perumahan Bugel Indah, Karawaci, Tangerang tewas usai ditembak dari jarak dekat oleh pelaku. Tembakan tersebut tepat mengenai dada korban.

Kapolsek Karawaci Kompol, Munir Yahi, menerangkan korban dengan nama Italia Chandra Kirana (23), tewas setelah tertembak di bagian dada, Senin (12/6) siang. Pelaku diperkirakan berjumlah dua orang. "Kejadian tadi siang sekitar pukul 13.45 WIB," ucap Munir.

Berdasarkan keterangan saksi, Yaji, menyebutkan pada saat sebelum penembakan terjadi, sempat mendengar suara korban berteriak maling. "Saat itu korban mengejar sendiri pelaku yang berjumlah dua orang," ucap Yaji.

Pelaku, kata Yaji, diketahui menggunakan sepeda motor honda beat warna biru putih. "Saksi juga sempat melihat kalau korban melemparkan sapu lidi ke arah pelaku dan kemudian pelaku menembak korban," tandas dia.

Dari keterangan saksi, lanjut Yaji, pelaku menembak korban dengan jarak dekat sekira dua meter.

Korban menghembuskan napas terakhir saat perjalanan menuju RS Sari Asih di Karawaci. Dari lokasi kejadian polisi menemukan barang bukti berupa helm milik pelaku.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan mengungkapkan dari gerak gerik pelaku yang terekam CCTV, dipastikan jika keduanya adalah pemain lama.

"Kan dia (pelaku) sudah mengerti apa yang dia perbuat. Itu pasti pemain yang bukan sekali," katanya.

"(Ada persiapan pelaku? (Menembak) Iya lah‎ pasti ada niat itu."

Menurut hasil penyelidikan sementara, lanjut Iriawan, didapati jika pelaku kerap melakukan survei terlebih dahulu di sejumlah perumahan yang akan menjadi targetnya.

"Itu pasti pemain yang bukan sekali. Karena kemarin juga dia teridentifikasi dia jalan-jalan di perumahan tersebut (survei)."

Saat ini, tambah Iriawan, penyidik tengah mengerucutkan terhadap sejumlah kelompok dalam memburu pelaku. "Kami sedang kerucutkan untuk mengarah kepada kelompok tertentu. Jangan sampai salah sasaran kan (mencari pelaku)," pungkasnya.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent