Kamis, 22 Juni 2017

Mengubah pemahaman radikal dengan pengetahuan agama yang benar


PERISTIWA - Pemahaman agama yang benar dapat mengubah pemikiran salah kelompok radikal. Mereka melakukan aksi bom bunuh diri dengan mengatasnamakan agama. Jelas itu kekeliruan karena agama tidak mengajarkan kekerasan.

Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ) Siti Musdah Mulia mengatakan proses deradikalisasi dapat berjalan optimal terlebih di bulan suci ini. Setiap orang yang memiliki pemikiran salah dapat memperbaikinya

"Seharusnya puasa itu intinya adalah upaya-upaya transformasi, deradikalisasi bagaimana mentransformasikan diri dari pemahaman yang radikal menjadi tidak radikal. Dan itu salah satunya seharusnya bisa dilakukan dengan puasa," kata Siti Musdah Mulia, Kamis (22/6).

Menurutnya, puasa untuk merenungkan kembali keberadaan kita sebagai manusia. Oleh karena itu, Idul Fitri dimaknai sebagai kembali kepada kesucian diri seperti ketika kita baru diciptakan oleh Sang Pencipta.

Untuk itu wanita yang selama ini dikenal sebagai pemikir Islam dan Aktivis sosial ini berharap dalam konteks deradikalisasi ini satu bulan ramadhan ini

"Semoga umat manusia betul-betul bisa memperbaharui, melatih pikiran, perasaan dan juga mindset seseorang agar tidak menjadi radikal," tandasnya.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent