Selasa, 06 Juni 2017

KPK tetapkan Ketua Komisi B DPRD Jatim dan dua kadis tersangka suap


Satudarahku - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam orang sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan dan pemberian suap pengawasan penggunaan anggaran Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2017.

Penetapan tersangka didahului atas kegiatan operasi tangkap tangan tim penyidik KPK terhadap tujuh orang di dua lokasi. Dari penangkapan tersebut uang Rp 150 juta disita dari tangan Rahman Agung (RA) staf dari Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Mochammad Basuki (MB).

"Disita Rp 150 juta dari tangan RA di ruang komisi B Jatim pecahan 100 ribu rupiah di dalam tas kertas yang diserahkan ABR (Anang Basuki Rahmat) ajudan kepala dinas pertanian sebagai perantara BH (Bambang Heryanto) kepada RA untuk diserahkan MB yaitu ketua komisi B," ujar Basaria saat melakukan konferensi pers di auditorium KPK, Selasa (6/6).

Basaria mengatakan, diduga uang yang disita merupakan bagian dari komitmen fee dinas pertanian kepada Basuki sebesar Rp 600 juta. Dia menambahkan, komitmen fee kepada Basuki diberikan secara berkala tiap tiga bulan atau triwulan.

Sebelumnya Basuki disebutkan telah menerima uang Rp 50 juta dari kepala dinas perindustrian dan perdagangan, Rp 100 juta dari kepala dinas perkebunan, dan Rp 100 juta lainnya dari kepala pertanian Provinsi Jawa Timur.

Pada 21 Mei MB terima sebesar 50 juta dari kadis perindustrian dan perdagangan Rp 100 juta dari kadis perkebunan pada triwulan 1 Rp 100 juta dari kadis pertanian jatim.

"Diduga uang itu pembayaran triwulanan kedua dari total komitmen Rp 600 juta di setiap kepala dinas diberikan kepada DPR terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan Provinsi Jawa Timur tentang penggungaan anggaran tahun 2017," kata Basaria.

Atas perbuatannya tersangka pemberi suap yakni Bambang Heryanto, Anang Basuki Rahmat, dan Rohayati disangkakan telah melanggar Pasal 5 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan bagi tersangka penerima suap yakni Mochammad Basuki, Santoso dan Rahman Agung, keduanya merupakan staf Basuki, disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent