Minggu, 25 Juni 2017

KPK buka peluang ada pihak lain di pusaran suap Gubernur Bengkulu



Satudarahku - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fee proyek jalan dua Kabupaten di Provinsi Bengkulu. Dalam kasus ini KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Sebagai penerima yaitu Gubernur Bengkulu non aktif Ridwan Mukti (RM) dan istrinya Lily Martiani Maddari (LMM), pihak swasta Rico Dian Sari (RDS) serta Direktur PT PT Statika Mitra Sarana (SMS) Jhoni Wijaya (JHW).

"Kita terus mendalami indikasi keterlibatan, sehingga tidak berhenti sampai pihak perantara saja. Karena kalau perantara saja tentu tidak ada unsur penyelenggara negara di sana," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, semalam.

Peran istri Ridwan dalam pusaran kasus ini masih didalami. Lily diduga sudah kenal lama dengan Rico. Melalui istrinya, Ridwan diduga minta agar fee itu diserahkan oleh pengusaha-pengusaha ke Rico. Dari Rico baru diserahkan ke Lily. Itu semua diduga atas sepengetahuan gubernur. Dari rangkaian itu dan bukti yang ada, KPK menetapkan empat tersangka.

"Konstruksi besar dari kasus ini, ada penyelenggara negara yang menerima janji atau suap. Bisa dari pihak swasta atau keluarga. Karena itu kita tetapkan 3 orang yang bersama-sama menerima suap. Tentu KPK punya bukti yang kuat ketika menetapkan seseorang sebagai tersangka, bukti yang cukup," tegasnya.

Terkait indikasi adanya transaksional dalam penyusunan APBD, Febri mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi supervisi sebagai langkah pencegahan. Sebab, beberapa kali operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap pejabat daerah dan anggota DPRD, berawal dari transaksional dalam penyusunan anggaran daerah.

"Kita lakukan pencegahan dan kita ajak bicara pihak-pihak terkait, masalahnya apa. Ini adalah salah satu fokus KPK juga terkait pembahasan anggaran karena KPK cukup banyak melakukan OTT dan penanganan terhadap anggota DPRD terkait pengesahan APBD," ucapnya.

Untuk diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan dan mengamankan uang diduga diterima istri Ridwan, Lili Martiani Maddari di kediamannya di kawasan Sidomulyo, Bengkulu. Rico Dian Sari yang juga tercatat sebagai Bendahara DPD Golkar Provinsi Bengkulu langsung ditangkap KPK setelah menyerahkan uang dalam kardus dengan nominal diperkirakan Rp 1 miliar.

Penerimaan tersebut diduga merupakan yang pertama dilakukan dari total komitmen yang disepakati. Setelah menangkap Lili dan Rico, tim KPK mengamankan Ridwan.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, JHW disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sedangkan, sebagai pihak yang diduga menerima, RDS, LMM, dan RM disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent