Rabu, 07 Juni 2017

Gus Mus minta pemerintah dan tokoh agama bersatu demi NKRI


PERISTIWA - Pengasuh Pondok Pesantren Radhlatul Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Jateng KH Mustofa Bisri menegaskan, untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) perlu adanya kerjasama antara rakyat, tokoh agama atau ulama dan pemerintah. Pasalnya, saat ini telah terjadi ancaman perpecahan dengan menguatnya persoalan primordialisme.

"Ini saya kira momentum untuk saling menguatkan antara kaum yang di bawah yang mencintai Tanah Air dan pemerintah yang juga mencintai Tanah Air. Jadi, antara rakyat dan pemerintah terutama antara para tetua agama dengan pemerintah ada mestinya harus ada kerjasama," tegas pria yang akrab disapa Gus Mus usai tarawih bersama dalam rangkaian acara yang dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kabupaten Rembang, Jateng Selasa (6/6) malam tadi.

Gus Mus menjelaskan, jika masing-masing mempunyai peranan dalam tatanan negara di bawah naungan pemerintah RI. Pemerintah bertugas untuk menindak warganya yang melanggar hukum. Sementara tetua agama, ulama dan para kiai bertugas untuk menjaga masyarakat tidak mempunyai niat jahat kepada pemerintah.

"Yang pemerintah itu menindak, yang tetua agama bagaimana supaya pemerintah tidak harus menindak. Jadi kalau coro (cara) polisinya kan niat dan kesempatan baru ada kriminalitas. Jadi kejahatan itu ada niat ada kesempatan. Niat itu kiai-kiai yang mestinya harus menjaga supaya orang-orang itu tidak punya niat jahat. Lha polisi itu pemerintah menjaga supaya tidak ada kesempatan berbuat jahat," terangnya.

Sehingga, menurut Gus Mus, selain kerjasama juga ada persatuan antara pemerintah, kiai dan ulama bersama pemerintah sebagai upaya menangkal ancaman perpecahan.

"Dua-duanya ketika negeri kita diresahkan dengan kondisi yang sekarang ini, kita harus bersatu. Bersatu dengan rakyat, bersatu dengan pemuka agama, para pengemban amanat rakyat harus bersatu karena ini rumah kita bersama. Jadi, jangan ada yang tidak ingin rumahnya baik, jangan ada. Semuanya ingin rumahnya itu baik. Tenang. Supaya kita bisa mensejahterakan bagaimana mensejahterakan diri kita bersama. Karena itu kita harus bersama-sama menjaga rumah kita. Jadi Indonesia itu rumah kita," tandasnya.

Jika itu bisa terwujud secara bersama maka negara Indonesia, menurut ulama kharismatik ini, Indonesia yang merupakan rumah bersama bagi pemerintah, ulama dan rakyat ini akan selalu dalam kondisi baik dan tenang.

"Menurut saya itu dan ini sangat bagus jadi Bapak Kapolri, Pak Tito menyampaikan apa yang menjadi pikiran dari polisi juga Pak Ganjar jadi kita bisa mencerna semua. Mudah-mudahan apa yang diharapkan semua bisa terwujud yaitu persatuan kita semua, kekompakan kita semua untuk bisa bersama-sama menjaga rumah kita bersama ini," pungkasnya.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent