Jumat, 02 Juni 2017

Aliansi pemuda DKI bentuk posko pengaduan bagi korban persekusi


Satudarahku - Sejumlah aliansi pemuda se-DKI Jakarta membentuk posko pengaduan korban persekusi. Dibentuknya posko tersebut menyusul beredarnya video seorang remaja berinisial PMA yang dipersekusi oleh kelompok ormas yang tidak senang dengan postingan remaja tersebut di akun Facebook pribadinya.

Anwar Sjani, salah satu pengurus posko tersebut mengatakan, tindakan persekusi yang dialami PMA dianggap telah melanggar hukum. Pasalnya, ujar Anwar, tindakan persekusi diduga tidak hanya kali ini saja terjadi.

"Kami tidak tinggal diam atas aksi persekusi, intimidasi, dan teror yang dilakukan oleh oknum ataupun ormas. Kami mengedepankan penegakan hukum ketimbang aksi main hakim sendiri," ujar Anwar, saat melakukan konferensi di kantor PWNU Jakarta, Jumat (2/5).

Dia juga meminta, Polri bergerak cepat dalam menuntaskan aksi persekusi yang sekarang ini marak terjadi. Menurutnya, agar tidak ada lagi korban persekusi.

Sementara itu, menanggapi video persekusi yang menjadi viral saat ini, Anwar meminta agar masyarakat tidak mengunggah atau memposting ujaran yang berpotensi menyinggung kelompok tertentu.

"Kita juga membentuk tim reaksi cepat di 44 kecamatan di DKI Jakarta untuk respon cepat atas reaksi persekusi dan intimidasi dan teror," tandasnya.

Atas beredarnya video viral tersebut, Polda Metro Jaya pun telah mengamankan dua pelaku kekerasan yang diduga dari Front Pembela Islam (FPI), yakni berinisial M dan U. Keduanya ditangkap lantaran terekam video aksi persekusi terhadap remaja PMA (15) yang viral di media sosial.

"Saya akan bawa ke safe house. Yang kami rahasiakan untuk kepentingan korban. Berapa lamanya sampai kasus ini selesai dan keluarga merasa nyaman dan tak ada gangguan lagi," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/6) malam.

Polisi juga masih mendalami kasus intimidasi atau yang belakangan dikenal dengan sebutan persekusi terhadap PMA. Beberapa orang sudah ditangkap dan langsung dimintai keterangan.

"Pemeriksaan terhadap tersangka. Sudah ada tiga orang yang kami periksa. Dan terus kami kembangkan. Siapa yang bertanggungjawab harus kita tindak tegas," ucapnya.

Polisi mengingatkan semua pihak agar tidak bertindak melanggar aturan hukum. Sebab, aparat keamanan tidak akan segan melakukan penindakan.

"Dan saya minta kepada masyarakat untuk jangan coba-coba melakukan hal-hal ini yang dilakukan kelompok tertentu ini. Dan janji saya akan tindak tegas," tegasnya.

Sebelumnya, video seorang remaja pria sedang diintimidasi belasan orang beredar di media sosial. PMA (15) diduga mengalami kekerasan karena menghina pimpinan FPI Habib Rizieq Syihab lewat statusnya di Facebook.

Peristiwa itu terjadi di RW 03 Cipinang Muara, Jakarta Timur. Dalam video berdurasi sekitar 2 menit 19 detik terlihat PMA sedang diinterogasi oleh belasan orang dari FPI. Ada juga pria yang menampar wajah PMA.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent