Minggu, 28 Mei 2017

Yayasan Hati Suci sediakan 2.000 sembako murah


PERISTIWA - Pasar murah kembali digelar Yayasan Hati Suci di Rumah Kasih Hati Suci, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebanyak 2.000 kupon paket sembako dijual seharga Rp 40 ribu ini membuat ribuan warga Kampung Bali dan sekitarnya berbondong-bondong hadir untuk mendapatkannya.

Ketua Panti Asuhan Hati suci, Francisca Setiati, mengatakan pasar murah ini rutin dilakukan setiap tahun di bulan suci Ramadan. Kali ini merupakan tahun ke-17 pihaknya menggelarnya pasar murah.

Dalam pasar murah ini dijual beberapa keperluan rumah tangga, seperti pakaian, buku sampai mainan anak. Barang-barang ini didapat dari beberapa sumbangan. Terlebih untuk pakaian Francisca mengatakan mendapat sumbangan dari Asosiasi Pasar Tanah Abang.

"Pakaian sumbangan, pakaian bekas, dari Pasar Tanah Abang pakaian baru, mainan, buku, apapun yang disumbangkan di sini pasti kita gunakan dan dimanfaatkan. di samping itu kita minta sumbangan ke gulaku, sinarmas minta minyak, kumpulkan beras, kita buat sembako," kata Francisca di Panti Asuhan Hati Suci, Jakarta, Minggu (28/5).



Untuk paket sembako bersisi lima liter beras dijual dengan harga Rp 18 ribu. Kemudian untuk minyak goreng Rp 10 ribu dan gula dijual Rp 12 ribu. Menurutnya harga dijual ini sangat murah dibanding di pasaran.

"Lima liter beras, 1 liter minyak dan 1 kg gula (dihargai) Rp 40 ribu. Harga normal Rp 70 ribu jauh lebih murah daripada pasar murah yang disubsidi DKI jakarta karena dapatkan sumbangan, kita sumbangkan lagi," tuturnya.

Ada hal istimewa dari pasar murah ini. untuk pasukan Oranye, Karang Taruna, pasukan Petra sekitar Kampung Bali akan mendapatkan paket sembako secara gratis.

"Sembako kita bagikan ke warga sekitar sini. Tapi kalau untuk 150 kupon bebas untuk pasukan orange, karang taruna, petra yang bantu kelurahan. free, gak bayar kita berikan gratis," pungkasnya.

Untuk diketahui, Yayasan Hati Suci pertama kali didirikan pada tahun 1914 oleh seorang wanita asal Jepang bernama Lie Tjan Tjoen dengan nama Rumah Ati Soetji. Awalnya rumah ini merupakan tempat penampungan bagi korban perdagangan wanita.

Namun, saat ini Rumah Ati Soetji telah berkembang menjadi panti asuhan yang bukan hanya menampung korban trafficking, tetapi menampung juga anak perempuan yang terlantar maupun anak-anak korban kekerasan.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent