Kamis, 11 Mei 2017

PSI sebut vonis Ahok berikan citra buruk Indonesia di mata dunia


PERISITWA - Vonis dua tahun penjara dari Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara terhadap Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), menjadi sorotan banyak media internasional. Kebanyakan mereka melihat bahwa putusan ini menunjukkan Indonesia tidak lagi toleran.

Hal ini diungkapkan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dalam keterangannya, Kamis (11/5). Kondisi ini juga dikhawatirkan mencoreng citra Indonesia yang toleran dan menjunjung kebhinnekaan. Bahkan lembaga HAM PBB ikut memberi perhatian khusus dalam masalah ini.

"Kalau membaca laporan-laporan media internasional dan lembaga HAM internasional, vonis atas Ahok memberikan citra yang buruk: Indonesia yang intoleran, yang selalu diangkat adalah Ahok sebagai Gurbenur yang keturunan Tionghoa dan Beragama Kristen yang divonis di negeri yang mayoritas muslim," kata Isyana.

Bagi Isyana, Indonesia tetap negara penuh menjunjung kebhinekaan. Meski begitu, dia tetap menyayangkan vonis kepada Ahok lantaran dianggap berlebihan. Apalagi vonis diberikan leboh berat dibanding tuntutan para jaksa.

"Indonesia adalah negeri yang toleran dan menerima kebhinekaan, tapi vonis hakim terhadap Ahok yang berlebihan dan di atas tuntutan Jaksa mengubah citra positif Indonesia di dunia internasional," ujarnya.

Sebagai partai pendukung Ahok, dia meminta agar mantan gubernur DKI Jakarta itu dibebaskan. Sehingga tidak menjadi cap buruk lebih parah di mata dunia internasional.

"Ahok harus dibebaskan dari semua tuduhan, vonis ini jadi tanda yang buruk bagi kehidupan toleransi dan kedamaian di negeri ini," terangnya.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent