Senin, 08 Mei 2017

PPP akui JK usulkan nama Anies di Pilgub DKI, tapi bukan intervensi


Satudarahku - Sekjen PPP Kubu Romahurmuziy, Arsul Sani membantah adanya intervensi Wakil Presiden Jusuf Kalla ke partainya untuk mendukung Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta 2017. Arsul menyebut Ketum PPP Romahurmuziy memang beberapa kali berkomunikasi dengan pengusaha sekaligus sepupu JK, Erwin Aksa.

Arsul menyebut pertemuan Romi dan Erwin itu hanya pertemuan biasa informal. Namun, dia tidak membantah Erwin mengusulkan nama Anies kepada PPP. Nama Erwin disebut sebagai pihak yang meyakinkan Anies untuk maju sebagai calon gubernur.

"Selama proses Pilgub memang ada komunikasi antara Ketum PPP dengan Pak Aksa Mahmud yang sering disebut sebagai representasinya Pak JK. Tapi bagi PPP komunikasi seperti itu hal yang wajar saja, bukan intervensi. Jadi kalau dibilang Pak JK mencoba intervensi maka itu tidak benar," kata Arsul saat dihubungi, Kamis (4/5).

Arsul menyebut JK hanya menyampaikan usulan nama calon gubernur sebagai bahan pertimbangan PPP. Hanya saja, nama calon gubernur yang diusulkan JK hanya bersifat rekomendasi.

"Lebih tepat dibilang bahwa beliau menyampaikan 1-2 nama yang meminta agar PPP juga mempertimbangkan. Hari-hari menjelang nama AHY dipilih saya juga ada di Cikeas dampingi Ketum PPP tapi tidak benar kalau dibilang ada telepon dari Pak JK untuk intervensi siapa yang harus diusung PPP," jelasnya.

Usulan nama Anies, kata dia, tidak disambut oleh partai-partai poros Cikeas yang diisi, PPP, PAN, PKB dan Demokrat. Begitu pula, poros Kertanegara yakni PKS dan Gerindra.

"Namun pada saat itu Anies belum dilirik oleh Gerindra. Ya betul Pak Aksa rekomen Anies ke PPP, cuma setelah disampaikan kepada partai lain tidak ada yang menyambut waktu itu," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkap ada peran Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pencalonan Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubahlah. Tapi di sini (di Cikeas) sudah kadung mau mengumumkan Agus-Sylvi, jam 2 pagi di sana baru putus akhirnya Anies diambil, Sandi jadi wakil," ujarnya.

Zulkifli menjelaskan, enam partai yaitu PAN, Demokrat, Gerindra, PKS, PKB dan PPP awalnya sepakat akan mengusung Yusril Ihza Mahendra dan Sandiaga Uno. Namun, seiring perkembangan, keenam partai menyadari pasangan itu akan sulit menang dalam Pilgub DKI.

Sehingga, muncul usulan mengusung pengusaha Chairul Tanjung. Namun, lanjut Zulkifli, saat ditawari Chairul Tanjung menolak karena usahanya sedang susah.

Namun, Zulkifli mengaku Sandiaga Uno mendatangi kediamannya di Jl Widya Chandra dan menyatakan bersedia menjadi calon wakil gubernur dan AHY menjadi calon gubernurnya, asalkan Zulkifli dapat memfasilitasi pertemuan antara SBY dengan Prabowo.

Setelah tak menemukan kesepakatan duet AHY dan Sandiaga, maka Sandiaga Uno kembali pada niatan awal untuk maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan calon wakil gubernur yang kader PKS Mardani Ali Sera. Nah, di sini Wakil Presiden Jusuf Kalla mengintervensi dan haluan langsung berubah.

Prabowo akhirnya menyetujui mengusung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Padahal, kata Zulkfili, sejak awal tak ada satupun partai politik yang melirik mantan Mendikbud itu.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent