Kamis, 25 Mei 2017

Polisi muda itu gugur di Kampung Melayu


PERISTIWA - Bripda Imam Gilang Adinata menjadi salah satu korban tewas dalam serangan bom bunuh diri di Kampung Melayu. Keluarga tak menyangka jika Imam akan gugur saat menjalankan tugas semalam.

Pakde korban Bagyo Santoso menjelaskan Imam sempat bertemu dengannya kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu Imam akan berangkat untuk tugas jaga.

"Firasat itu sama sekali tidak ada sama sekali," kata Bagyo saat ditemui di kediaman keluarga, Jl Kelingkit, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta, Kamis (25/5).

Saat bom meledak di Kampung Melayu, keluarga mengikutinya melalui televisi. Namun mereka tak menyangka jika Imam menjadi salah satu korban.

Pihak keluarga baru tahu saat ada petugas kepolisian yang datang memberikan kabar soal tewasnya Bripda Imam.

"Ada Polda Metro jaya yang memberikan kabar. Sekitar kurang lebih jam 2 pagi," kata Bagyo.

Imam tewas saat menjalankan tugas. Dia bertugas menjaga pawai obor masyarakat yang hendak menyambut Bulan Suci Ramadan.

Saat ini warga tampak berkerumun di rumah duka. Jalanan menuju rumah korban melewati jalan sempit, dan rumah yang berhimpit. Mereka ingin mendoakan pada Bripda Imam.

Bripda Imam lahir di Klaten pada tanggal 1 November 1992. hari ini akan dipulangkan ke kampung halamannya di Klaten sekitar jam 12.00 WIB. Sebelumnya akan ada penyerahan dari pihak keluar untuk diupacarakan secara militer.

Djarot Saiful Hidayat sebagai pelaksana Gubernur Jakarta sudah datang untuk memberikan bela sungkawa kepada keluarga korban.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent