Senin, 08 Mei 2017

Pengacara guru ngaji kesal hakim tak panggil pelaku asli pencabulan


PERISTIWA - Usai mendengar majelis hakim menjatuhkan vonis penjara 10 tahun dan denda Rp 1 miliar, terdakwa kasus pencabulan Ali Akbar (43) mengajukan banding. Kuasa Hukum terdakwa, Riesqi Rahmadiansyah keberatan dengan vonis hakim atas kliennya.

"Kebetulan Ali sudah ngomong sama saya, dia keberatan dengan putusan hakim, bahwasanya kalau memang dia divonis bersalah dia akan menyatakan banding apapun putusannya. Bahkan untuk penjara 1 hari pun dia tidak menerima," kata Riesqi usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (8/5).

Riesqi menuturkan bahwa kliennya adalah korban salah tangkap. Dia menuding ada pelaku lain dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur ini. Namun hakim tidak menyebutkannya.

"Karena ini adalah salah tangkap, hakim tidak menyebutkan nama Uwo atau Bowo bahwa pelaku asli, selama persidangan, itu ada di BAP-nya Jesica, hal tersebut ada di BAP-nya Jesica dan hakim tidak mengemukakan itu di muka umum dan hakim mengabaikan hak dan bantuan hukum," ujarnya.

Dia menuding penyidik dalam kasus ini telah menekan kliennya. Dengan dalih kasusnya akan dipermudah, penyidik meminta terdakwa tidak didampingi kuasa hukum. Saat itu penyidik menyatakan bahwa ancaman hukum terhadap terdakwa tergolong ringan, hanya lima tahun. Sehingga tidak memerlukan bantuan hukum.

"Tapi yang dilakukan penyidik adalah membuat surat pernyataan bahwasanya 'lu enggak perlu didampingin gitu', karena orang ini awam hukum, walaupun di guru ngaji dia tanda tangan. Iming-iming apa? 'lu mau gua bantu enggak, daripada gua persulit', itu selalu dikemukakan oleh penyidik," sambung dia.

Riesqi khwatir hal semacam ini akan menimpa orang lain di kasus berbeda. "Saya khawatir ini akan menjadi modus yang dilanggengkan oleh hakim terhadap sistem peradilan pidana yang tidak berjalan," ucapnya.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent