Sabtu, 13 Mei 2017

Loyalitas Mendagri untuk Presiden Jokowi


Satudarahku - Cuplikan video pendek di depan Rutan Cipinang mencuri perhatian Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dalam video itu, seorang perempuan berkemeja kotak-kotak berteriak dengan lantang.

"Saya berdiri di sini membela Ahok karena keadilan diinjak-injak," teriak Veronica Koman Liau saat berorasi di depan Rutan Cipinang, Selasa (9/5) malam.

Teriakan itu disambut riuh pendukung Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok yang malam itu mengepung rutan Cipinang. Mereka menggelar aksi solidaritas setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun pada Ahok atas kasus penodaan agama. Massa kecewa dengan keputusan itu. Mereka menilai vonis itu lahir tidak lepas dari intervensi massa kontra Ahok.

Di video itu, Veronica semakin lantang berteriak. Dia menyinggung pemerintahan Jokowi-JK. "Rezim Jokowi lebih parah dari rezim SBY," tegas Veronica.

Ucapan ini berbuntut panjang. Perkataan Veronica membuat telinga Tjahjo panas. Dia marah mendengar ada pendukung Ahok yang menjelek-jelekkan pemerintahan Jokowi-JK.

Sebab, mereka mengaitkan proses hukum terhadap Ahok dengan pemerintah. Dalam pandangannya, sah-sah saja mereka membela Ahok. Tapi dia tidak bisa terima jika proses hukum Ahok dikaitkan dengan pemerintah Jokowi. Alasannya, sudah jelas pernyataan Jokowi bahwa pemerintah tak mengintervensi hakim.

"Saya sebagai bagian dari rezim Jokowi merasa tersinggung," kata Tjahjo melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (11/5).

Dia menyelidiki identitas Veronica. Dia mengaku akan mengirimkan surat pada aktivis perempuan itu. Isinya, jika dalam waktu satu minggu tidak ada klarifikasi, maka Tjahjo mengancam mempolisikannya. Sebab orasi Veronica dianggap sebagai fitnah. Pernyataan Tjahjo menyiratkan loyalitas dan kesetiaannya pada Presiden Jokowi.

"Saya sebagai pembantu presiden warga negara RI dan Mendagri akan melaporkan ke Polisi. Ini pendidikan politik buat siapa pun tidak boleh memaki-maki dan memfitnah Presiden RI dan siapa pun tanpa bukti yang jelas," kata Tjahjo.

Saat ditemui di kantor Kementerian Dalam Negeri, mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, sesuatu yang wajar jika dia marah melihat dan mendengar orasi Veronica dalam video itu. Sebab, pemerintah seolah disalahkan atas kasus dan vonis Ahok. Itu yang membuatnya tidak terima.

"Anda kalau saya fitnah marah enggak? saya maki-maki, saya fitnah, Ahok dipenjara karena Anda yang salah. Marah lah. Iya toh fair (adil) itu manusiawi," ucap Tjahjo.
Lagi-lagi Tjahjo membela Jokowi.

"Yang putuskan pengadilan kok yang disalahkan Jokowi. Saya tanya salah Pak Jokowi di mana? Sampai begitu vulgar beredar di video. Itu saja," imbuhnya.

Loyalitas Tjahjo pada Jokowi tanpa batas. Saat ditemui di Istana Negara, lagi-lagi dia menyebut kemarahannya pada Veronica didorong kesetiannya pada Kepala Negara. Namun Tjahjo belum melapor kepada Jokowi terkait kritikan yang dilontarkan Veronica.

"Kalau saya dianggap salah (atas reaksi kritikan Veronica), saya siap salah. Saya harus membela Presiden saya," tegas Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/5).

Menurut Tjahjo, kritikan Veronica tidak hanya menyerang Jokowi secara pribadi namun seluruh perangkat pemerintahan Jokowi termasuk Tjahjo selaku Mendagri.

"(Veronica) mengatakan Pak Jokowi tidak hanya pribadi tapi rezim pemerintahan, saya bagian dari rezim, sebagai Mendagri. Hukum kan sudah ada aturannya, hakim bertanggungjawab pada Tuhan, siapa pun tidak bisa intervensi. Lah dia teriak-teriak yang salah rezimnya Pak Jokowi lebih bagus rezim-rezim masa lalu," ucap Tjahjo.

Dia mempersilakan semua orang melihat video orasi Veronica agar tidak salah tafsir atas kemarahannya. Tjahjo khawatir jika Jokowi diseret-seret dalam persoalan hukum terhadap mantan Bupati Belitung Timur itu.

"Bersimpati kepada Pak Ahok itu hak dia, tapi kenapa membawa-bawa rezim Pak Jokowi? Menuduh-menuduh Pak Jokowi. Yang ditangkap orang kan dari video itu kan seolah-olah yang salah pak Jokowi," jelasnya.

Namun, Tjahjo tidak ingin buru-buru melaporkan Veronica ke polisi seperti ancamannya sebelumnya. Tjahjo hanya ingin meminta penjelasan dari Veronica. "Saya belum berpikir ke jalur hukum, kan mau tanya, orang tanya kan boleh, anda memaki-maki rezim Jokowi, saya bagiannya kan boleh, apa salah lah wong tanya."

Dia ingin mengetahui motif di balik kritikan Veronica terhadap pemerintahan Jokowi. Tjahjo berjanji menerima Veronica jika ingin memberikan klarifikasi. Jika Veronica tidak ingin bertemu, Tjahjo minta pendukung Ahok itu memberikan klarifikasi secara tertulis.

"Saya tidak apa-apanya, hanya ingin (tahu) apa sih motifnya? Kalau dia mau ketemu saya, saya terima. Kalau enggak mau ketemu saya kirim surat, jelaskan. Itu saja, enggak akan apa-apa kok," tutupnya.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent