Kamis, 04 Mei 2017

Kapolda Jabar bentuk satgas pangan antisipasi kecurangan di Ramadan


PERISTIWA - Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan telah mempersiapkan satgas khusus pangan untuk mengantisipasi adanya kecurangan para spekulan. Permasalahan yang mencuat jelang Ramadan ini kata dia, biasanya ada dua yakni Disparitas harga dimanfaatkan spekulan untuk keruk keuntungan, lalu distribusi kesediaan stok dari pada sembilan bahan pokok yang kadang kurang cukup karena ulah spekulan.

Anton turut dalam rapat koordinasi, identifikasi barang kebutuhan pokok menghadapi hari besar keagamaan nasional, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (4/5). Rapat itu dipimpin langsung Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Adapun unsur dari Pemprov Jabar diwakilkan Sekda Jabar Iwa Karniwa.

"Kami diminta untuk menjaga stabilitas pangan. Ada dua opsi yang diperintahkan pimpinan pada kami. Yakni mem-back up Depag, Bulog dan Departemen Pertanian. Dari sembilan bahan pokok (sembako) yang akan kami amankan ini, kami akan bentuk satgasus yang terdiri dari dua tim," kata Anton dalam paparannya.

Tim itu nantinya dibagi ke dalam dua kategori. Menurut Anton, pertama yakni tim represif atau penegakan hukum di bawah kendali langsung Direskrimsus Polda Jabar. "Tim itu dibentuk sebagai penegakan hukum yang dipimpin Direskrimsus. Ini dilakukan karena khawatir bermain mata dan menimbun barang sehingga menyebabkan lonjakan," ujarnya.

Jenderal polisi bintang dua itu mengingatkan, bagi pengusaha untuk tidak bertindak kecurangan. Dirinya yang sudah menginstruksikan langsung pada seluruh jajarannya melalui 4.300 Babinkamtibmas untuk mengidentifikasi bahkan menindak tegas para spekulan nakal. "Spekulan jangan main mata saya sudah tahu loh. Jadi mulai dari kab sampai desa ada petugas di sana," imbuhnya.

Tim kedua yakni preentif dan preventif. Kepolisian nantinya akan berkoordinasi dengan Bulog untuk menggelar pasar murah menjelang bulan Ramadan nanti. "Tim preentif dan preventif kami akan hgelar pasar murah mulai H-7. Ini tinggal tentukan titik2nya. Operasi pasar ini sebagai kompetitor. Kenapa pasar murah? Ini pernah dilakukan di Sulawesi Selatan. Adanya ini, harga bisa dikendalikan dengan baik. Meski ada kenaikan tapi tidak signifikan," jelasnya.

Mantan Kapolda Sulsel itu kembali menegaskan, bahwa kepolisian siap mengawal pangan untuk memastikan ketersediaan tidak dicurangi pihak bertanggung jawab. "Saya sebagai Kapolda Jabar siap mengawal pangan di Jabar ini,".



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent