Rabu, 31 Mei 2017

Ini alasan DPR keterlibatan TNI berantas teroris masuk RUU Terorisme


Satudarahku - Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafi'i menjelaskan perdebatan tentang keterlibatan TNI dalam RUU terorisme sebenarnya sudah selesai sejak tahun 2004. Lewat UU No 34 tahun 2004 tentang TNI telah dijelaskan ada 14 bentuk operasi militer salah satunya memberantas teroris.

"Dalam UU No 34 tahun 2004 pasal 72 memang ada operasi militer selain perang. Ada 14 salah satunya adalah memberantas teroris. Tanpa UU ini pun TNI sudah punya kewenangan memberantas teroris," kata Syafi'i di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (31/5).

Namun meski begitu, DPR tetap menginginkan pelibatan TNI dalam memberantas tindak pidana terorisme. Hal ini dilakukan agar tidak adanya tumpang tindih antara UU yang satu dengan yang lainnya.

"Kenapa kita ingin masukkan dan TNI setuju karena kita ingin ini bisa di harmoni dalam satu UU tindak pidana terorisme supaya tidak tumpang tindih," ujarnya.

Selain melibatkan TNI dalam RUU tersebut dia juga akan melibatkan LPSK sebagai lembaga pemerintah yang menangani korban dari teroris. Sebab UU nomor 31 tahun 2001 tentang kewenangan LPSK masih dirasa belum maksimal.

"Makanya ingin di harmoni supaya korban teroris menjadi tanggung jawab negara dan LPSK sebagai lembaga negara bisa melaksanakan tugasnya menangani korban teroris," ujarnya.

"Karena itulah untuk memudahkan koordinasi ini semua maka Pansus berketepatan hari melakukan penguatan terhadap BNPT. Untuk memudahkan akses pencegahan jadi enggak semua harus polisi," sambungnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan harus juga dicari tahu alasan seseorang terlibat dalam tindak pidana terorisme. Apakah karena latar belakang ekonomi, sosial atau masalah agama. Antisipasi dan penanggulangan masalah ini nantinya akan dikembalikan kepada pihak yang berwenang.

"Jadi jangan semua diserahkan kepada polisi, tangkap tembak masuk penjara itu yang kita tidak inginkan," kata dia.

Dia menambahkan, para mantan teroris sangat efektif untuk menekan tumbuhnya sel-sel baru terorisme. Sebab mereka bisa langsung memberikan pencerahan sebagai orang yang pernah terjun ke dunia terorisme.

"Justru yang bisa memberikan pencerahan adalah mantan mantan teroris ada Ali Imran, karena mereka paham benar lika liku dunia teroris artinya kalau mereka meluruskan mereka efektif melindungi anak bangsa dari teroris," kata dia mengakhiri.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent