Jumat, 05 Mei 2017

Dishub Bandung kandangkan 11 armada bus tak layak jalan


PERISTIWA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama jajaran Satlantas Polrestabes Bandung mengadakan uji kelaikan bus di Terminal Leuwi Panjang. Dua kali uji dilakukan pada Kamis (4/5) dan Jumat (5/5), hasilnya ditemukan 11 armada dinyatakan harus di kandangkan karena tidak laik beroperasi.

Kadishub Bandung Didi Ruswandi dan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo terjun langsung mengecek bus AKAP dan AKDP, Jumat (5/5) pagi. Keduanya yang didampingi para pejabat utama menyetop bus di gerbang keluar masuk Leuwi Panjang yang akan mulai beroperasi.

Uji kelaikan dimulai dengan melihat kelengkapan administrasi. Di sini ada sembilan item yang harus dilengkapi sopir bus sebelum menarik penumpang. Jika administrasi sudah lengkap, pengecekan langsung dilakukan ke bagian fisik. Pengecekan ini penting mengingat kecelakaan yang terjadi di kawasan Puncak beberapa waktu lalu karena ketidak berfungsiannya rem sebagai instrumen vital.

"Kemarin ada 71 yang kami cek, hasilnya ada 10 yang tidak laik. Sekarang sudah 13 kendaraan yang kami cek dan ada satu yang tidak laik," kata Kabid Perencanaan dan Pembinaan Trasportasi Dishub Bandung Asep Kuswara pada wartawan disela-sela pengecakan.

Menurut dia, dari jumlah kendaraan yang dinyatakan tidak laik pelanggaran yang dilakukan mayoritas dari kategori fisik. Kebanyakan sopir bus dinilai masih lalai untuk memperhatikan bagian ban dan rem.

"Di sistem rem ini sangat penting karena ini bahaya kalau tidak diperhatikan. Selanjutnya bagian pegas ini juga penting untuk keseimbangan bus," ungkapnya.

Adapun untuk kelaikan administrasi mayoritas para sopir bus tidak melengkapi sembilan item yang sudah menjadi keharusan jika ingin beroperasi. "Kan prosedur laik operasi, izin trayek, buku uji, STNK, sim ada 9 item, di sini ada yang tidak lengkap," terangnya.



Dishub Bandung cek kelaikan bus 2017 Merdeka.com/andrian salam wiyono

Hendro menambahkan, uji kelaikan terhadap bus yang akan mengangkut penumpang ini sangat penting agar kecelakaan yang menelan banyak korban bisa diantisipasi. Apalagi memasuki bulan ramadan, permintaan warga untuk menumpangi bus pasti meningkat.

"Sehingga di sini dipastikan kalau ada temuan tidak laik, disampaikan kepada pengemudi untuk segera diperbaiki apalagi ini menjelang ramadan lebaran. Pastinya dinamika penggunaan bus akan lebih tinggi frekuensinya makanya kita laksanakan semoga bisa beri kenyamanan ke penumpang dan menghindar in risiko," ungkap Hendro.

Mantan Kapolres Jakarta Pusat ini melanjutkan sudah menilang para sopir bus yang memang tidak melengkapi administrasi misalnya STNK dan SIM. Dia mengingatkan, pada perusahaan otobus (PO) yang akan mengoperasikan bus mengangkut penumpang untuk tidak mengabaikan kelengkapan kendaraan.

"Kalau jalan itu wajib dipenuhi karena tidak semata-mata kita mencari profit, tetapi diutamakan keselamatan pengemudi penumpang dan keselamatan bus sendiri," kata dia yang didampingi Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Asep Pujiono.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent