Selasa, 23 Mei 2017

Bukan Indonesia, negara ini paling bahaya sejagat buat pemotor


PERISTIWA - Selain terkenal macet, jalanan di Indonesia juga dianggap berbahaya lantaran para penggunanya sembrono mengendarai kendaraan mereka. Terutama para pengendara motor. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) justru melihat Indonesia bukan negara peringkat pertama.

Mereka menyebut tingkat bahaya jalanannya justru Thailand. Kepala Bagian Kesehatan WHO Dr Liviu Vedrasco mengomentari situasi jalanan di Ibu Kota Thailand, Bangkok. Menurut dia, jalanan di Negeri Gajah Putih tersebut sangat parah.

Ini dikarenakan sekitar 73 persen dari kemacetan berhubungan dengan kematian pengendara di sana, terutama pengendara sepeda motor. Dari data yang dikumpulkan para ahli, dalam setahun ada sekiranya 5.500 jiwa pengendara sepeda motor melayang, yang mana jika dipukul rata, setidaknya 15 orang tewas per harinya.

Dilansir dari laman Asian Correspondent, Senin (22/5), kondisi lalu lintas di Thailand mulai diperhatikan usai dua insiden kecelakaan berbeda menewaskan seorang ibu hamil asal Inggris.

Menurut laman The Straits Times, sepeda motor menjadi kendaraan favorit warga Negeri Gajah Putih tersebut, sayangnya hanya sekitar 53 persen saja yang sadar untuk memakai helm. Sedangkan sekitar tujuh persen anak-anak dan 19 persen pengendara dewasa tidak memakai helm.

Dari data WHO pada 2015, ada sekitar 26,3 persen pesepeda motor celaka dan tewas dari per 100.000 orang di Thailand. Hal tersebut membuatnya menjadi negara paling berbahaya sejagat untuk pengendara motor.

Awal bulan ini, sebuah multi mitra Thailand menjalankan kampanye 'Stop Kecelakaan di Thailand'. Kampanye di Bangkok ini berfokus pada teknologi keselamatan pesepeda motor.

Kampanye ini bertepatan dengan Pekan Keselamatan Berkendara Thailand. Para demonstran menuntut sistem anti-kunci rem untuk sepeda motor. "Kami sangat senang apabila pemerintah Thailand mau bersama-sama kami melakukan kampanye Setop Kecelakaan, namun kami mengharapkan peresmian hukum mengenai cara terbaik mengurangi angka kecelakaan kendaraan bermotor," seru seorang demonstran.

Berdasarkan hukum dimiliki Thailand, Undang-Undang Perizinan menyebutkan 'barang siapa berusia 15 tahun, akan mendapat lisensi untuk kendaraan bermotor dengan mesin kurang dari 110cc'.

Sementara iru, Dr Vedrasco dari WHO meminta pemerintah Thailand untuk menaruh perhatian pada pengendara sepeda motor. "Jika kamu benar-benar ingin selamat, lakukan sesuatu untuk tahu resikonya. Dorong para pengguna sepeda motor untuk menggunakan helm ke manapun bepergian. Dan pemerintah, semoga bisa memperketat peraturan itu," pungkasnya.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent