Senin, 15 Mei 2017

Bea Cukai sita 63,8 ton bahan peledak di laut Bali


PERISTIWA - Hasil patroli laut selama sepekan, Bea dan Cukai berhasil sita 63,8 ton amonium nitrat dari penyelundupan. Barang tersebut bisa menjadi bahan peledak.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, mengatakan bahwa bahan baku peledak itu akan diselundupkan dari Malaysia ke Maluku Tenggara menggunakan jalur laut. Dia menjelaskan, bahan baku peledak itu didapatkan ketika personel Bea Cukai melakukan operasi patroli laut jaring wallace diwilayah perairan Indonesia timur dan tengah.

"Ratusan karung berisi bahan baku peledak ini kita dapat pada kapal KM. Hamdan V saat melintas di perairan Laut Bali," ungkap Heru, Senin (15/5).

Dalam pemeriksaan tersebut, nahkoda berinilsial JDN tidak dapat menunjukkan dokumen sah, berupa manifest atas amonium nitrat tersebut.

Menurutnya, puluhan ton bahan baku peledak itu biasanya digunakan untuk tangkap ikan. Jika ditotal nominalnya, kata dia ditaksir senilai Rp8,2 miliar.

"Ini adalah barang China yang transit di Malaysia. Kemudian dikirim ke Indonesia timur, tujuannya adalah Maluku. Mereka mengirim ini dengan cara tidak sah. Sementara ini pengakuan mereka untuk bom ikan," jelasnya.

Lanjutnya, pengungkapan ini sekaligus membantu pemerintah dalam upaya menjaga kelestarian biota laut. "Karena dengan amonium nitrat seberat 63,8 ton, berpotensi merusak laut seluas 5.283,84 hektare," pungkasnya.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent