Minggu, 07 Mei 2017

Anies konsisten bungkam disinggung intervensi JK dalam pencalonannya



Satudarahku - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan tidak mau ikut campur dalam polemik peran Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pencalonannya di Pilgub DKI. Peran Wapres JK terungkap setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan secara blak-blakan menceritakan intervensi JK di detik-detik akhir Gerindra dan PKS mengusung Anies. Sedangkan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membantah soal intervensi JK.

Anies memilih tak banyak bicara soal intervensi JK dalam pencalonannya. Dia menyarankan wartawan untuk menanyakan langsung pada Zulkifli dan Fadli Zon. "Tanyakan kepada mereka saja," ujarnya di Kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Sabtu (6/5).

Anies mengaku tidak ikut dalam pembahasan pencalonannya. Sehingga dia tidak tahu prosesnya hingga terpilih menjadi calon gubernur yang diusung Gerindra dan PKS. "Saya di luar proses. Saya enggak ada dalam ruangan itu, saya enggak tahu," ucapnya.

Anies konsisten tak mau buka suara soal intervensi JK. Saat pertama kali kabar ini dihembuskan Zulkifli, Anies menolak banyak komentar. Demikian juga Sandiaga Uno yang memilih diam.

"Enggak tahu, saya enggak terlibat," kata Anies di Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (2/5).

Anies mengaku tidak terlibat dalam proses pencalonannya hingga diusung Partai Gerindra dan PKS. Padahal sebelumnya, nama Anies tidak muncul dalam radar kedua partai tersebut sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta. Begitu keluar, nama Anies langsung menyodok nama-nama lain yang sebelumnya digadang termasuk Sandiaga yang lebih dulu terjun sosialisasi ke warga. Sandiaga harus rela menjadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Menurut saya teman-teman cek aja kepada para pelaku karena kalau saya enggak terlibat di situ. Saya taunya dengan Bang Sandi dan Gerindra," ucapnya singkat.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno enggan berkomentar banyak terkait terungkapnya intervensi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pencalonan Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta. Sandiaga hanya menjelaskan, antara tanggal 21-23 September merupakan masa-masa krusial.

"Saya lebih baik enggak usah komentar deh, karena itu politik tingkat tinggi ya. Saya fokus di Jakarta saja," kata Sandiaga di Posko Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/5).

Sebelumnya, Ketum PAN Zulkifli Hasan mengungkap ada peran penting Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam pencalonan Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta 2017. Peran JK ini bermula saat sejumlah partai politik mencari sosok yang tepat untuk dicalonkan menjadi Gubernur DKI.

"Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubahlah. Tapi di sini (di Cikeas) sudah kadung mau mengumumkan Agus-Sylvi, jam 2 pagi di sana baru putus akhirnya Anies diambil, Sandi jadi wakil," ujar Zulkifli, beberapa waktu lalu.

Sementara itu JK mengakui berbicara dengan Prabowo saat kunjungan kerja di luar negeri. Sebagai Wakil Presiden, JK merasa tak ada yang salah dalam pembicaraan tersebut.

"Saya kan ke luar negeri waktu itu. Tentu berbicaralah apa salahnya, kita bicara dengan pimpinan partai agar semuanya hasilnya baik, negara aman, maju, dan damai. Coba sekarang? Damai kan?" ucap JK.

Bukan tanpa sebab JK melobi ketua umum parpol dan mendorong pencalonan Anies. Menurut JK, Indonesia harus berjalan baik, aman dan moderat. Anies merupakan orang moderat, berpengalaman dan juga dekat dengan Presiden Joko Widodo, sehingga tepat untuk diusulkan.

"Anies, orang yang sangat moderat didampingi pengusaha, orang punya pengalaman, orang dekat Jokowi sebelumnya karena dia jubirnya selama enam bulan mendampingi tidak ada orang paling dekat dengan Pak Jokowi, selain Anies selama kampanye, tidak ada orang lain, karena itu orang paling tepat waktu itu agar negeri ini aman, maju, serta tidak ada fitnah, hanya itu," kata JK.

Namun, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah JK sebagai pihak yang berperan besar dalam pencalonan Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta. Meski JK turut andil mengusulkan Anies, kata Fadli, keputusan soal dicalonkannya Anies dan Sandiaga Uno tetap ada di tangan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri serta Presiden PKS Sohibul Iman.

"Saya ini saksi hidup. Bahwa peran Pak Prabowo yang paling menentukan. Bersama dengan pimpinan PKS. Karena tidak mungkin diusung tanpa Gerindra dan PKS," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/5).

Fadli mengklaim dirinya juga salah satu pihak yang mendorong Anies ke Gerindra dan PKS selain JK. Diskusi untuk mencari sosok Gubernur DKI Jakarta pendamping Sandiaga pun berjalan alot dan panjang.

"Orang yang termasuk ikut mendorong pak Anies, hari Rabu malam saya yang telepon. Kamis pagi ketemu dan Jumat sudah diumumkan. Jadi kita maraton berdiskusi," klaim Fadli.

Kendati demikian, Fadli tidak membantah dukungan dari JK terhadap Anies cukup berarti bagi partai pengusung. "Tapi bahwasanya Pak JK mendukung, ya kita waktu itu mengharapkan dukungan dari mana-mana," ucapnya.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent