Senin, 29 Mei 2017

Anggota Pansus sebut tak ada yang menolak peran TNI berantas teroris


Satudarahku - Wacana terkait pelibatan peran TNI dalam pemberantasan terorisme menjadi isu kontroversial dibahas oleh Pansus RUU Terorisme. Anggota Pansus RUU Terorisme Arsul Sani mengatakan, sebagian besar fraksi tidak menolak wacana peran TNI dalam membantu memberantas teroris.

"Peran serta TNI dalam terorisme itu akan kita rumuskan dengan baik. Tidak ada yang menolak peran serta TNI," kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/5).

Arsul menyebut fraksi-fraksi sepakat kalau aksi terorisme adalah kejahatan yang mengancam pertahanan negara dan harus ditindak bersama-sama.

"Sangat berdasar hukum dan konstitusi untuk melibatkan TNI tapi harus kita rumuskan secara baik pendekatan berbasis sistem pidana tetap berjalan sebaiknya," klaimnya.

Sekjen PPP ini menambahkan, Pansus terus mengkaji sejumlah isu krusial dalam DIM RUU Terorisme. Di antaranya, definisi terorisme, perpanjangan waktu penangkapan dan penahanan terduga pelaku.

"Kita bukan lihat DIM tapi isunya, definisi terorisme banyak versi, kita sepakat membuat rumusannya, jangka waktu penangkapan diperpanjang dirumuskan jalan tengahnya, penegak hukum punya keleluasaan, tapi di sisi lain memperhatikan perspektif HAM tidak kita tinggalkan," terangnya.

"Sekarang penangkapan 7 hari, di RUU diminta 30 hari harus dilihat praktek di negara lain. Panja ke Inggris kita lihat kesana, soal penahanan dan peran serta tentara," sambung dia.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent