Sabtu, 13 Mei 2017

Alumni 212 bandingkan aksinya dengan pendukung Ahok di Cipinang


Satudarahku - Ketua Presidium Alumni 212 memimpin aksi petisi 1.000 tandatangan di kain sepanjang satu kilometer yang digelar depan Gedung Komnas HAM sekitar pukul 13.30, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta, Jum'at (12/5).

Selain petisi yang dibawa ke kantor Komnas HAM, Ustaz An Sufri Idrus Sambo menyampaikan, ketidakadilan atas perbuatan diskriminatif oleh pemerintah saat ini terbukti dari aksi demonstrasi yang membela Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang disapa Ahok. Aksi pendemo di depan Rutan Cipinang dinilainya sudah termasuk anarkis, namun dibiarkan saja sampai menjelang tengah malam.

"Sudah anarkis dan dibiarkan saja, sementara kami aksi dengan damai tidak ada anarkis, lebih dari Maghrib sudah ditembaki," ujar Ustaz Sambo sambil mengucapkan takbir. Allahhu Akbar.

Menurut Ustaz Sambo, pada aksi demo 411 ditembaki oleh gas air mata. Sedangkan massa yang di Rutan Cipinang dibiarkan saja oleh polisi. Hal ini yang menurut dia diskriminasi.

Padahal, kata dia, aksi 411 hanya melakukan doa dan zikir tanpa anarkis. Sedangkan di Rutan Cipinang sampah pun berserakan dan anarkis dengan menggedor-gedor pintu masuk lapas.

"Tanaman pun tidak ada yang rusak saat Aksi Damai 411. Tapi saat lebih dari jam 18.00 WIB, polisi langsung menembaki massa dengan gas air mata. Sementara, massa yang di Cipinang sudah melakukan tindakan anarkis dengan melemparkan botol dan menggoyang-goyang pagar," ujar Ustaz Sambo.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent