Rabu, 10 Mei 2017

Ahok dipenjara, Gerindra soroti kursi wakil gubernur DKI


Satudarahku - Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) resmi sejak malam kemarin menjadi penghuni Rutan Cipinang. Ahok divonis bersalah melakukan penistaan agama oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan pidana penjara selama dua tahun.

Jabatan Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta yang bersisa tinggal enam bulan lagi langsung digantikan oleh wakilnya, Djarot Saiful Hidayat. Ahok diberhentikan sementara sebagai orang nomor 1 DKI karena dalam amat putusan, hakim perintahkan Ahok masuk penjara.

Dengan keputusan tersebut, lantas posisi wakil gubernur DKI Jakarta kosong. PartaiGerindra pun menyoroti posisi orang nomor dua tersebut yang dinilai harus diisi atas kesepakatan pengusung awal Jokowi-Ahok yakni koalisi antara Gerindra dan PDIP pada Pilgub DKI tahun 2012 lalu.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, dimungkinkan untuk jabatan Wakil Gubernur yang ditinggalkan oleh Djarot untuk diisi. Meski hanya beberapa bulan karena masa jabatan akan habis pada Oktober mendatang.

"Mendagri harus mengangkat Wakil Gubernur menggantikan sampai Oktober, dan dimungkinkan sebetulnya mengisi Wakil Gubernur walaupun cuma beberapa bulan," kata Riza di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/5).

Untuk posisi Wakil Gubernur, Riza mengingatkan, harus atas persetujuan dari partainya. Sebab, Ahok yang menjadi Gubernur DKI merupakan diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra pada Pilkada tahun 2012 lalu. Kala itu, Ahok dan Joko Widodo memenangkan Pilkada. Sementara, Ahok naik menjadi Gubernur usai Joko Widodo terpilih sebagai Presiden pada Pilpres 2014.

"Jadi Pak Djarot harus mendapat persetujuan dari PDIP dan Gerindra untuk mengusulkan wakil Pak Djarot," ujarnya.

Riza berharap, PDI Perjuangan dapat membuka pintu untuk menentukan posisi Wakil Gubernur atas persetujuan dari partainya. Sebab, lanjut Riza, hal ini bisa menjalin komunikasi baik antara dua partai yang dulu pernah kompak namun sekarang sering berbeda kepentingan.

"Saatnya lah PDIP dan Gerindra lebih baik lagi hubungannya," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan pula soal koalisi partainya dengan PDI Perjuangan pada Pilkada tahun 2012. Namun, untuk pengisi jabatan Wakil Gubernur, Fadli belum dapat berkomentar banyak.

"Kan Gerindra pengusung juga kayak PDIP. Nah itu saya enggak tahu ya. Dalam waktu yang sangat pendek juga jika dibutuhkan bisa dibicarakan. Tapi mekanisme yang berlaku saya kira memang seperti itu. Nanti kita lihatlah ke depan," kata Fadli.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent