Kamis, 27 April 2017

Terlalu seksi, aktris Kamboja dilarang main film lagi


SELEBRITIS Dewan Kedisiplinan dari Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja memberi larangan keras kepada seorang aktris untuk bekerja di industri hiburan selama satu tahun karena menolak untuk berhenti berpakaian seksi.

Aktris bernama Denny Kwan itu sebelumnya telah dipanggil oleh kementerian untuk dididik tentang cara berpakaiannya karena dia kerap kali mengunggah foto-foto dalam balutan busana yang terlalu terbuka. Namun rupanya panggilan itu tak cukup membuat Kwan jera. Tak berapa lama usai panggilan itu, dia kembali berpakaian seksi.

"Hukuman itu diberikan kepada Kwan karena dia gagal menepati janji tertulisnya kepada kementerian untuk berhenti berpakaian seksi," kata penasihat kementerian dan kepala dewan disipliner, Chamroeun Vantha, seperti dilansir dari laman Phnom Penh Post, Kamis (27/4).


Vantha menuturkan hukuman yang diberikan itu telah sesuai dengan Pedoman Perilaku Etis Seniman yang mulai berlaku pada 23 Februari lalu. Dalam pasal 4 tertulis bahwa seorang seniman diharuskan berpakaian mengikuti harga diri dan identitas nasional mereka.

"Anggota dewan memutuskan untuk menghukum Kwan untuk tidak melakukan kegiatan di industri hiburan selama satu tahun. Hal itu mencakup syuting film, musik video, serta segala pertunjukan menyanyi di televisi," jelasnya.

"Selain itu, kami juga meminta kepada asosiasi seniman, pemilik stasiun TV atau hiburan lain untuk bekerja sama dengan kementerian dengan tidak memberinya pekerjaan baik itu yang bersifat komersial atau pembuatan film," tambahnya.

Meski aturan itu sudah keluar, namun Kwan mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari kementerian terkait larangan tersebut. Dia juga mengaku tidak mau ambil pusing dengan hukuman itu karena dia masih bisa memiliki bisnis untuk sumber nafkahnya.

"Itu adalah hak saya untuk berpakaian seperti yang saya inginkan. Tetap budaya kita orang Kamboja, tidak dapat menerimanya. Saya juga akan berusaha mencoba untuk tidak lagi berpakaian seksi seperti yang sering saya unggah di Facebook," ujarnya saat dimintai keterangan.

Sementara itu, beberapa penggemar Kwan merasa marah atas hukuman yang dikeluarkan kementerian itu. Bahkan, kelompok hak asasi perempuan juga turut angkat bicara tentang kejadian itu.

"Situasi ini hanya terjadi pada perempuan, dan ini adalah diskriminasi gender. Ini jelas merupakan pelanggaran kesetaraan gender. Wanita adalah orang yang rentan terhadap hal ini," ujar ketua kelompok hak asasi perempuan Silaka, Thida Khus.

Terlebih, keputusan kementerian untuk melarang Kwan dipekerjakan di bidang industri merupakan bentuk diskriminasi lain yang harus dia alami.

"Ini bukti kegagalan pemerintah karena tidak menjalankan tugasnya melindungi orang dari diskriminasi gender," cetusnya.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent