Minggu, 16 April 2017

Partai pendukung Ahok-Djarot gelar 'Jakarta Bersalawat' di Ciracas



Satudarahku - Partai-partai pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat menggelar acara ' Jakarta Bersalawat' di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (14/4) siang. Acara ini dihadiri petinggi partai-partai pendukung Ahok-Djarot, di antaranya Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta, Djan Faridz, Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, Wasekjen Golkar TB Ace Hasan Syadzily, dan Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Muhammad Sangaji.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ace. Ace mengatakan, acara ini digelar untuk mendoakan Pilgub DKI Jakarta berjalan damai, aman dan tertib meski karena berbeda sikap politik.

"Tentu acara ini dimaksudkan supaya kita mendoakan masyarakat DKI Jakarta agar Pilkada DKI Jakarta ini berlangsung dengan aman damai tidak ada konflik di tengah masyarakat gara-gara, mau tidak? mengkafirkan karena perbedaan pendapat, tidak saling caci maki karena beda pilihan," kata Ace di lokasi.

Kepada para hadirin, Ace mengingatkan agar masyarakat mencontoh Rasulullah yang diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dia berharap melalui doa yang dipanjatkan dalam acara ini, Pilgub DKI Jakarta dapat melahirkan pemimpin yang mangayomi dan berjuang untuk kepentingan rakyatnya.

"Kita harus mencontoh apa yang dilakukan Rasullah. Rasullah SAW mengatakan beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Mari berdoa kepada Allah SWT melalui acara ini sesuai wasilah Rasullah agar melahirkan pemimpin yang cinta rakyatnya, Islamnya bukan hanya kata-kata tapi berbuat untuk kemaslahatan rakyat Jakarta," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Djan menuturkan, PPP telah membuat kontrak politik dengan Ahok-Djarot. Isi kontrak politik itu adalah upaya untuk kemaslahatan umat Islam. Semisal, meminta Ahok-Djarot menggaji ustad, ulama hingga pengurus masjid.

"Saya minta gaji marbot, ustaz, habib, saya ini berjuang untuk umat Islam menjadikan pemimpin yang pro umat Islam kalau kagak percuma beda paham percuma," terang dia.

Djan bercerita, banyak warga di Suriah terpaksa mengungsi ke negara-negara di Eropa karena konflik yang disebabkan perbedaan pandangan. Oleh karenanya, dia menyarankan, Jakarta tetap tertib dan aman meski berbeda pilihan.

"30 ribu warga Suriah mengungsi ke Eropa, lari karena ada perbedaan. Jakarta jangan sampai kayak gitu karena perbedaan pendapat," tutupnya.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent