Minggu, 23 April 2017

Kubu Anies-Sandi sebut Ahok-Djarot kalah karena dukungan stagnan


Satudarahku - Konsultan politik Anies Baswedan- Sandiaga Uno, Eep Saefullah, mengungkapkan faktor yang membuat pasangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat kalah di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Salah satunya karena dukungan kepada Ahok-Djarot stagnan dan tidak menjangkau basis suara baru.

"Suara Ahok-Djarot terkarantina, bahkan bukan hanya tidak bisa meluas jangkauannya, tapi turun hampir 14 ribu suara di putaran satu," kata Eep di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (22/4).

Ahok-Djarot, kata Eep, sebenarnya mendapatkan 20 persen dukungan dari pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni. Sementara 80 persen sisanya mendukung Anies-Sandiaga. Namun, secara keseluruhan perolehan suara Ahok-Djarot justru mengalami penurunan hingga 14 ribu dibandingkan putaran pertama.

"Karena ternyata 20 persen pendukung AHY ke Ahok-Djarot. Tapi angka agregat mereka turun, artinya terjadi penurunan lumayan besar basis dukungan mereka," terang Eep.

Selain itu, isu bagi-bagi sembako oleh kubu Ahok-Djarot dinilai sangat berpengaruh besar terhadap penurunan elektabilitas mereka di hari pencoblosan. Tudingan itu ternyata membuat pemilih Ahok-Djarot memilih merapat ke Anies-Sandiaga.

"Hujan sembako, musim sembako sangat pendek memberikan kontribusi besar, sedekah Ahok Djarot kepada Anies Sandi untuk tidak memilih Ahok Djarot. Ternyata tingkat pemilih Ahok Djarot yang memilih karena integritas turun," ungkapnya.

SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent