Rabu, 26 April 2017

Krisis Suriah hasil dari politik menghancurkan Amerika Serikat



PERISTIWA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin menyebutkan negaranya sangat khawatir mengenai krisis di Suriah yang sudah terjadi sejak 2011. Galuzin menyalahkan Amerika Serikat atas konflik yang terjadi di Suriah tersebut.

"Tragedi saat ini, krisis berdarah di Suriah, merupakan hasil dari politik menghancurkan Amerika Serikat. Kita lihat contoh buruk dari AS, seperti intervensi militer di Irak, Suriah dan Libya. Semua ini dilakukan AS dan sekutunya yang berujung pada kerusakan sistem negara di negara-negara itu," serunya dalam acara diskusi The Syria's Crisis: Dynamics and Way Out, di kantor Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/4).


Duta besar Rusia Mikail Galuzin 2015 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta



Intervensi AS tersebut, menurut Galuzin, kemudian dimanfaatkan kelompok-kelompok teroris. Selain itu, Dubes Rusia ini juga menyebutkan AS akan memaksa untuk mengubah rezim yang dianggap tidak sejalan dengan keinginan Negeri Paman Sam.

Dari pandangan Rusia, Amerika Serikat dan Barat menggunakan masalah domestik di sana untuk tujuan geopolitik mereka. Hal ini menjadi alasan AS dan sekutunya mulai mendukung finansial dan militer oposisi di Suriah yang berperang melawan Assad.

"Karena politik AS ini, negara-negara di kawasan seperti Irak, menjadi ladang tumbuhnya teroris," ungkap Galuzin.

Sementara itu, dia membeberkan aturan diberlakukan Rusia terhadap Suriah untuk menekan gencatan senjata adalah dengan dialog damai. Hal inilah yang dilakukan Negeri Beruang Merah tersebut bersama dengan sekutunya, Iran dan Turki di Astana awal tahun ini.

"Kita mengedepankan dialog perdamaian mengenai masa depan sistem pemerintahan di Suriah, partisipasi semua kubu termasuk oposisi, asistensi kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di Suriah. Dan setelah berbagai proses, kami berhasil mencapai perjanjian gencatan senjata Desember tahun lalu," jelasnya.

Di Astana, tutur Galuzin, merupakan pertama kalinya Suriah dan oposisi duduk bersama. Astana Process merupakan kontribusi kami terhadap dialog Suriah di Jenewa.

"Astana Process merupakan pencapaian yang sangat hebat dari kami, Suriah dan oposisi bisa duduk bersama. Sayangnya, kami tidak melihat adanya bantuan dari AS soal proses damai atas krisis di Suriah," imbuhnya.

AS sendiri memang selama ini hanya mempermasalahkan rezim Assad di Suriah. Menurut mereka, kekuasaan Assad di Suriah menyusahkan rakyatnya. Karenanya mereka mendukung pemberontak yang kemudian menjadi teroris



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent