Sabtu, 29 April 2017

Diduga malapraktik, klinik tabib asal India di Surabaya digerebek


PERISTIWA - Diduga melakukan malapraktik, klinik spesialis pengobatan mata dan telinga di Jalan Raya Semampir Nomor 64, Surabaya, Jawa Timur digerebek polisi, Sabtu (29/4). Klinik milik Raju Singh (40), asal Medan ini juga diketahui tidak mengantongi izin.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, penggerebekan dilakukan berdasarkan laporan seorang korban, yaitu Bejo. Dalam laporannya, si pasien mengaku menjadi korban malapraktik klinik milik pria berdarah India tersebut.

"Penggerebekan ini atas dasar laporan seorang korban bernama Bejo, pasien penderita penyakit telinga yang berobat ke klinik yang bersangkutan," kata Shinto di lokasi penggerebekan.

Setelah menjalani pengobatan di klinik tersebut, korban mengaku mengalami pendarahan. Korban muntah darah setelah menelan pil dan obat tetes untuk telinga yang diberikan klinik itu.

"Karena kondisi ini, korban sampai opname di rumah sakit selama empat hari. Obat yang disediakan klinik itu sendiri, diracik secara manual oleh yang bersangkutan dengan campuran pelbagai komposisi ramuan," ungkap Shinto.

Selanjutnya, atas kejadian yang dialami ini, korban melapor ke Polda Jawa Timur pada 9 April 2017 lalu. "Namun, oleh Polda, laporan itu dilimpahkan ke kami (Polrestabes Surabaya)," katanya.

"Dari sini kemudian kami melakukan pemantauan dan penyelidikan. Setelah mendapatkan fakta dan data akurat, baru kami melakukan penggerebekan," ungkap perwira dua melati di pundak ini.

Dari penggerebekan tersebut, diketahui kalau Raju Singh sudah membuka kliniknya di Jalan Raya Semampir Nomor 64 itu selama tujuh bulan. Namun, klinik tersebut sudah beroperasi sejak tujuh tahun lalu.

"Klinik ini membuka praktiknya tidak di satu tempat saja, tapi berpindah-pindah. Tidak hanya di Surabaya saja, juga di Sidoarjo, yang diakuinya sudah enam tahun. Di Sidoarjo, klinik yang bersangkutan juga berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain," jelasnya.

Sementara si pemilik klinik mengaku, praktik pengobatan yang dibukanya itu merupakan keahlian turun-temurun dari keluarganya. "Untuk racikan obat, saya pelajari dari orang tua saya. Orang tua saya dulu tabib," aku Raju.

Saat meracik obat berkhasiat, dia mencampur pelbagai ramuan dan dijadikan kapsul. Campuran itu berasal dari madu, air, jeli teripang, serbuk kedelai dan bahan lainnya.

"Saya tidak memasang tarif. Tergantung kemampuan pasien. Tapi rata-rata ngasih satu hingga dua juta. Rata rata sembuh dalam satu hingga dua minggu," dalih Raju.

Karena praktiknya tidak berizin dan diduga melakukan malapraktik, polisi menyegel klinik milik Raju Singh tersebut. Raju Singh terancam dijerat Pasal 378 KUHP, dan atau 372 KUHP tentang penipuan, Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang luka berat dan Pasal 191 jungto 60 Undang Undang RI Nomor 36/2009 tentang Kesehatan.



SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent