Sabtu, 15 April 2017

Kubu Ahok tak mau jumawa ungguli Anies di survei Charta Politika


AGEN POKER TERPERCAYA - Tim Pemenangan pasangan calon nomor urut dua Pilkada DKIJakarta Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat mengapresiasi hasil survei Charta Politika. Karena dalam penelitian mereka, pasangan petahana ini unggul dengan 47,3 persen dibanding pesaingnya Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno dengan 44,8 persen.

Juru bicara tim pemenangan Basuki-Djarot Ace HasanSyadzili mengatakan, walaupun unggul bukan berarti perjuangan sudah selesai. Mereka tidak ingin terbuai dengan beberapa hasil survei yang menunjukkan pasangan calon nomor urut dua ini lebih unggul dibandingkan Anies-Sandi.

"Kami tidak jumawa, karena 2 persen ini masih dalam batas margin error dan kami akan tetap mempertahankan tradisi prestasi yang baik ini, dan memenangkan Pilkada ini, karena ini dilihat bukan hanya elektabilitas, tetapi kalau melihat kepuasan publik terhadap kinerja Ahok-Djarot semakin hari semakin meningkat," kata Ace dalam siaran persnya, Sabtu (15/4).

Selain itu, dia mengungkapkan, tren elektabilitas yang terus menurun dari pasangan calon nomor urut tiga membuat kubu mereka hanya tinggal mempertahankannya. Karena tren elektabilitas yang terus naik kepada pasangan calon nomor urut dua ini akibat kepuasan terhadap kinerjanya sebagai pemimpin Pemprov DKI Jakarta.

"Ini yang menjadi catatan penting keyakinan kita bisa memenangkan Pilkada. Hal ini terkonfirmasi juga dari hasil survei SMRC. Walaupun posisi kami tipis kalah 1 persen. Kita yakin menang, karena ada pertanyaan di SMRC apakah anda menginginkan kembali petahana ada nilai 50,5 persen dijawab responden," jelas politisi Golkar ini.

Mengenai adanya perbedaan hasil di beberapa lembaga survei, Ace menghargai penelitian mereka. Walaupun mengenai kebenarannya masih tetap harus dipertanyakan karena pada putaran pertama ada yang menyatakan Basuki-Djarot tidak akan lolos pada putaran kedua.

"Kami menghormati lembaga survei lain, tapi kita bisa juga melihat track record lembaga survei yang memenangkan kubu sana. Bahkan ada lembaga survei yang memenangkan kubu sana dan menyatakan Ahok-Djarot akan kalah di putaran pertama ini bagaimana kita percaya sama lembaga yang salah mulu prediksinya," tegasnya.

Dia menegaskan, kinerja Basuki-Djarot selama menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta membuat warga ibu kota hidup lebih baik. Sehingga ini akan menjadi salah satu faktor pendukung memenangkan pesta demokrasi tahun ini.

"Yang lebih penting lagi kami menekankan bahwa keberhasilan Ahok-Djarot sebagai petahana akan menjadi kontribusi yang baik di hari pemilihan nanti," tutup Ace.

Sebelumnya, Charta Politika Indonesia melakukan survei preferensi politik masyarakat DKI Jakarta jelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pengumpulan data survei dilakukan oleh Charta Politika pada 7-12 April melalui wawancara terbuka dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya bahwa jumlah sampel yang diambil dalam survei tersebut sebanyak 782 responden dari 1000 yang telah direncanakan yang telah tersebar di beberapa wilayah DKI Jakarta. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Kita membuat pertanyaan dengan, Apabila Pilkada DKI dilaksanakan hari ini dan diikuti paslon berikut, paslon manakah yang Bapak, Ibu dan Saudara pilih?" tuturnya.

Dengan adanya pertanyaan tersebut, paslon nomor urut 2 memperoleh 47,3 persen, sedangkan paslon nomor urut 3 Anies-Sandi memperoleh 44,8 persen. Akan tetapi, responden yang belum menentukan pilihan sebanyak 7,9 persen. Hal tersebut menunjukkan belum dapat dipastikan pemenang dari Pilkada DKI putaran kedua.


SATUDARAHKU

SATUDARAHKU.COM Situs Berita Hari Ini Indonesia Yang Memberikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Setiap harinya . Seputar Berita Politik, Bisnis, Dan Gosip Terkini Secara Akurat

Recent